7S Meningkatkan Kreativitas dan Semangat Belajar

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar merupakan perubahan tingkah laku. Awalnya belum mampu menjadi bisa. Sama halnya belajar berhitung, sangatlah susah bagi peserta didik yang kurang menyukainya. Tak jarang mereka menggunakan HP atau kalkulator untuk membantu. Dengan alasan cepat, padahal itu menjadikan seorang yang malas dan ketergantunggan.

Peserta didik berpikir, bagaimana cara membentuk dan menampilkan angka dalam sebuah kalkulator? Di SMA Negeri 1 Bergas, terdapat mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan yang mengangkat materi rekayasa, tentang elektronika dasar. Di sini mereka mempelajari terbentuknya angka dalam sebuah kalkulator. Dengan menggunakan simulasi sebuah arduino, atau sering di kenal dengan microcontroller.

Di dalam microcontroller terdapat fasilitas untuk membentuk angka desimal yang sering di sebut 7S (tujuh segmen). Tujuh segmen tersebut terbagi menjadi tujuh batang lampu LED (Light Emitting Dioda) yang tersusun membentuk angka delapan, dengan menggunakan kode atau inisial huruf A sampai dengan huruf G yang di kenal dengan dot matriks. Pengertian dot matric sendiri adalah susunan titik-titik dua dimensi yang digunakan untuk menampilkan karakter, simbol dan gambar.

Dalam tujuh segmen, setiap segmen terdiri dari satu atau dua lampu LED. Tujuh segmen sendiri banyak digunakan untuk pembuatan jam digital, papan skore pada olah raga dan kalkulator. Alat dan bahan yang digunakan antara lain arduino, laptop dan kabel. Cara setting tujuh segmen adalah awalnya kita rakit arduino, yaitu dengan menghubungkan pin arduino dengan konektor CN4 (kontol digit tujuh segmen dari D1,D2,D3.D4) dan CN5(kontol segmen A,B,C,D,E,F,G,H dari tujuh segmen).

Baca juga:   NHT Mempermudah Kenali Diri dan Orang Lain

Perbedaan CN4 dengan CN5 adalah CN4 digunakan untuk mensetting switch sedangkan CN5 digunakan untuk menyalakan LED, jika diberi tegangan 5Volt. Kabel pada pin arduino 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dihubungkan dengan konektor CN5. Di sini sampai huruf h, karena sebagai pembatas angka yang muncul berupa tanda titik. Sedangkan kabel 10,11,12,13 dengan CN4. Baru hubungkan power dengan laktop.
Setelah selesai merakit, buka aplikasi arduino pada laptop. Setting angka berapa saja yang aktif. Aktif dan tidaknya sebuah pin dapat memberikan perintah dengan memberikan angka 0 dan 1. Angka 0 menunjukkan menyala atau aktif sedangkan angka 1 menunjukkan padam atau tidak aktif. Langkah selanjutnya kita tinggal memasukkan dalam sebuah pemprograman arduino sebagai berikut ini :

void setup() {pinMode(2,OUTPUT);pinMode(3,OUTPUT);pinMode(4, OUTPUT); pinMode(5,OUTPUT);pinMode(6,OUTPUT);pinMode(7,OUTPUT);pinMode(8,OUTPUT);pinMode(9, OUTPUT); pinMode(10, OUTPUT); pinMode(11, OUTPUT); pinMode(12, OUTPUT); pinMode(13, OUTPUT); }

voidloop(){digitalWrite(10,1);digitalWrite(11,0);digitalWrite(12,1); digitalWrite (13,1);digitalWrite(2,0);digitalWrite(3,0);digitalWrite(4,1);digitalWrite(5,0); digitalWrite (6,0); digitalWrite(7,1);digitalWrite(8,0); digitalWrite(9,1); }

Dari program di atas dapat dijelaskan, karena yang diaktifkan digit kedua, sehingga transistor pada switch dua harus aktif dan menampilkan angka dua, maka logika pada segmen a,b,c,d,e,f,g,h adalah 00100101. Sehingga di dalam layar akan menampilkan angka dua di switch ke dua.

Baca juga:   Pendalaman Teori PJOK Lebih Menyenangkan dengan Bermain

Kelebihan dan kelemahan pembelajaran ini adalah peserta didik menjadi aktif dan kreatif, dan mampu mengembangkan logika. Kelemahnnya harga arduino yang mahal dan sekolah belum memiliki prasarananya sehingga mereka kesulitan untuk mengembangkan bakatnya.

Besar harapan, dengan adanya pembelajaran ini peserta didik mendapat pengalaman yang berharga dan menyenangkan. Peserta didik mampu mengenal komponen elektronik dan mampu membuat pemprograman dasar yang lebih baik dan dapat dikembangkan untuk kehidupan sehari-hari. (pg1/lis)

Guru Prakarya dan Kewirausahaan SMA Negeri 1 Bergas

Author

Populer

Lainnya