Peningkatan Keaktifan Peserta Didik pada Pembelajaran IPA melalui Strategi LSQ

Oleh : Imam Prasetio, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN pada masa kini tidak hanya bertumpu pada guru (teacher center) namun lebih pada mengaktifkan peran peserta didik dalam pembelajaran (student center). Guru tidak hanya sebagai satu-satunya sumber pengetahuan dengan melakukan transfer of knowledge tapi harus mampu memaksimalkan segala sumber informasi yang ada baik
melalui buku, koran, majalah, internet, dan lingkungan sekitar.

Maka, guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan pembelajaran agar informasi-informasi yang akan dipelajari dapat diterima baik oleh peserta didik. Sebuah metode, model, strategi atau pendekatan dibutuhkan untuk membuat skenario pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Berdasarkan pengalaman penulis selama mengajar di SMPN 1 Kajen ketika mengajarkan KD 3.9 “Menganalisis sistem pernapasan
pada manusia dan memahami gangguan pada sistem pernapasan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan” pada kelas VIII ditemukan beberapa kendala dalam proses belajar mengajar. Peserta didik hanya fokus pada 15-20 menit pertama pembelajaran setelah itu mereka bosan karena materi yang diberikan banyak teorinya. Hal ini disebabkanminat dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran masih rendah. Imbasnya hasil belajar peserta didik di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Salah satu strategi yang dapat menumbuhkan minat dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran adalah strategi LSQ (Learning Start With a Question). Menurut Dewi Charyanti (2006 : 3) LSQ adalah suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya. Agar peserta didik dapat aktif bertanya maka peserta didik diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajarinya yaitu dengan bantuan membaca sehingga memiliki gambaran
tentang materi yang akan dipelajari. Zaini dkk. (2002) mengemukakan kelebihan strategi LSQ yakni peserta didik menjadi siap memulai pembelajaran. Karena peserta didik belajar terlebih dahulu sehingga memiliki sedikit gambaran dan menjadi lebih paham setelah mendapat tambahan penjelasan dari guru. Peserta didik aktif bertanya dan mencari informasi. Materi dapat ingat lebih lama, kecerdasan peserta didik diasah pada saat peserta didik mencari informasi tentang materi tersebut tanpa bantuan guru. Mendorong tumbuh keberanian mengutarakan pendapat secara terbuka dan memperluas wawasan melalui bertukar pendapat secara kelompok.

Baca juga:   Mendalami Perpindahan Kalor melalui Make a Match

Strategi LSQ diterapkan penulis pada KD 3.9 “Menganalisis sistem pernapasan pada manusia dan memahami gangguan pada sistem pernapasan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan” di kelas VIII F SMP Negeri 1 Kajen.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran diawali dengan menginformasikan terlebih dahulu materi sistem pernapasan yang akan dipelajari peserta didik. Misalnya materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya adalah gangguan/kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan. Setelah itu, guru meminta peserta didik mencari informasi tentang gangguan/kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan dari berbagai sumber.

Alangkah baiknya jika guru juga sudah memberikan handouts materi agar peserta didik memiliki pedoman dalam mencari informasi. Guru akan mengetahui peserta didik mana saja yang sudah siap mengikuti pembelajaran dan mana yang tidak dengan cara melalui pretest.

Kemudian guru mempersilakan peserta didik untuk bertanya. Persentase peserta didik yang bertanya akan lebih banyak daripada ketika guru menggunakan metode ceramah karena peserta didik lebih siap dalam pembelajaran. Langkah berikutnya guru dan peserta didik melakukan pembelajaran melalui metode diskusi/observasi/eksperimen.

Baca juga:   Mengoptimalkan Pembelajaran Greeting melalui Lagu

Dari hasil pengamatan pembelajaran ini dapat disimpulkan, penerapan strategi LSQ pada KD 3.9 “Menganalisis sistem pernapasan pada manusia dan memahami gangguan pada sistem pernapasan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan” dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas VIII F SMP Negeri 1 Kajen.

Ini ditunjukkan dari meningkatnya partisipasi peserta didik dalam bertanya. Hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan persentase yang di atas KKM. (ti2/lis)

Guru SMP Negeri 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya