Tingkatkan Semangat Belajar Matematika dengan Ice Breaking

Oleh : Mey Marsuci, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Makna penting yang dapat diambil dari sebuah proses pendidikan salah satunya adalah pemahaman. Dalam praktiknya di sekolah, seorang guru idealnya dapat memberikan pemahaman kepada siswa, baik itu materi pelajaran, keterampilan, maupun karakter yang harus dimiliki oleh siswa. Sebuah kesulitan tak jarang dialami oleh siswa dalam menerima apa yang diajarkan oleh guru. Seorang guru sangatlah penting untuk dapat berkreasi dan menemukan sebuah solusi yang tepat dalam menyampaikan pembelajaran sehingga siswa bisa menerima materi dengan baik.

Di tingkat sekolah dasar (SD), matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit, kaku, dan membosankan oleh sebagian besar siswa. Siswa biasanya merasakan jenuh dan bosan menerima materi karena siswa dihadapkan oleh angka-angka,dan rumus yang harus mereka hafalkan.

Hal ini membuat siswa merasa jenuh dan tidak berkonsentrasi dalam mengikuti materi pembelajaran. Kejenuhan tersebut seperti yang dirasakan oleh siswa-siswi kelas V SD Negeri 1 Kebonsari, Kecamatan Wonoboyo. Saat pembelajaran matematika berlangsung banyak siswa yang tidak bersemangat, lesu, dan tampak acuh menerima materi pelajaran. Kejenuhan itu pada dasarnya tidak hanya dialami oleh siswa, guru sebagai tenaga pendidik juga kadang berada pada kondisi yang sama dengan siswa. Meskipun demikian guru sebagai tenaga pendidik tetap dituntut untuk memberikan pelayanan yang memuaskan dan menyenangkan selama proses pembelajaran berlangsung.

Baca juga:   Dampak Pembelajaran Daring di Masa Covid-19

Ice breaking merupakan suatu aktivitas kecil dalam suatu kegiatan sebagai usaha untuk memecahkan suasana beku/kaku agar siswa merasa nyaman dengan lingkunganyadan meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti kegiatan yang sedang dijalani. Menurut Nida (2011: 3) ice breaking diartikan sebagai usaha untuk memecahkan atau mencairkan suasana yang membosankan agar menjadi lebih nyaman mengalir dan santai agar materi-materi yang disampaikan dapat diterima.

Alasan yang mendasari perlunya ice breaking adalah karena sifat dasar manusia yang cenderung tidak mampu berkonsentrasi dalam waktu yang lama. Padahal pada dasarnya pelajaran matematika adalah pelajaran yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi agar materi dapat diterima dengan baik. Dengan memanfaatkan ice breaking sebagai selingan akan meningkatkan fokus siswa saat berlangsung pelajaran matematika.

Ice breaking bisa juga diartikan sebagai usaha untuk memecahkan atau mencairkan suasana yang kaku seperti es agar menjadi lebih nyaman, mengalir, dan santai. Hal ini bertujuan agar materi-materi yang disampaikan dapat diterima. Siswa akan lebih dapat menerima materi pelajaran jika suasana tidak tegang, santai, nyaman, dan lebih bersahabat seperti yang dikemukakan oleh Sunarto Ice Breaking Dalam Pembelajaran Aktif (2012:1). Ice breaking memiliki tujuan dan manfaat bagi siswa dan guru untuk mengembalikan suasana belajar yang tadinya monoton menjadi menyenangkan dan juga nyaman, membuat siswa menjadi termotivasi serta dapat menyerap secara optimal apa yang telah disampaikan oleh gurunya. Untuk mengurangi rasa jenuh para siswa saat kegiatan belajar berlangsung guru biasanya mengajak para siswa untuk mengadakan permainan atau memberikan pertanyaan yang ringan tetapi tidak meninggalkan materi pelajaran yang akan disampaikan.

Baca juga:   Media Flash Card Bikin Senang Siswa Belajar Bumiku

Kegiatan ice breaking adalah kegiatan yang berguna untuk mengalihkan konsentrasi agar tidak mengalami kejenuhan dan dapat menjadi energi pendukung dalam sebuah kegiatan yang dianggap membosankan. Guru dapat mengajak siswa untuk melakukan yel-yel dan tepuk tangan sebagai penyemangat untuk mengingat rumus – rumus. Ice breaking juga bisa berupa lagu, gerakan badan, juga bisa berupa permainan (games). Ice breaking bisa diberikan kepada siapa saja baik tua, muda, anak-anak dan dapat diberikan pada kondisi apapun tidak harus berada di dalam ruangan untuk mengurangi tingkat kejenuhan. (dm2.2/lis)

Guru SD Negeri 1 Kebonsari, Kec. Wonoboyo, Kabupaten Temanggung

Author

Populer

Lainnya