Reciprocal Learning dalam Penguasaan Kegiatan Ekonomi

Oleh : Patah Yasin, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Peralihan orientasi pendekatan pembelajaran selalu mengalami perubahan paradigma pembelajaran dan terus terjadi diberbagai sekolah. Strategi pembelajaran yang lebih mengutamakan ceramah, mendengarkan, memahami dan penugasan berubah ke inkuiri dengan melibatkan pemikiran siswa atau disebut dengan Ekspositori. Sanjaya, (2011:179) menyampaikan bahwa Strategi Pembelajaran Ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal kepada sekelompok siswa, agar siswa mampu untuk berpikir lebih kritis untuk menguasai materi pelajaran secara optimal.

Martin yang dikutip dalam Sigler (2007) menjelaskan bahwa model pembelajaran Ekspositori menganut paham behavioristik yang menekankan perilaku manusia pada dasarnya merupakan keterkaitan antara stimulus dengan respon, sehingga dalam kegiatan pembelajaran peran guru sebagai pemberi stimulus merupakan faktor yang sangat menentukan. Pembelajaran ini menempatkan guru sebagai sumber dan pemilik pengetahuan dan siswa bersifat pasif dengan hanya menerima pengetahuan dari guru. Memang tidak menafikan terdapat kelebihan pada materi ekspositori, akan tetapi akhirnya siswa menjadi objek dan tidak pernah dilibatkan untuk berkembang.

Proses pembelajaran yang demikian sudah tidak efektif lagi maka proses pembelajaran saat ini beralih ke pendekatan inkuiri yang lebih menekankan kepada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Pada pola pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik merupakan proses pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa, menempatkan siswa sebagai subyek dan pusat kegiatan pembelajaran. Pengalaman belajar yang memberikan kesempatan pada siswa untuk mencoba sendiri, serta berusaha untuk mencari jawaban sendiri, serta berusaha mencari jawaban atas berbagai masalah, akan jauh lebih menantang untuk mengarahkan pikiran, tenaga, maupun konsentrasi pikiran siswa daripada siswa hanya menerima solusi atau jawaban masalah dari orang lain.

Baca juga:   Terapkan Daring Method dan Home Visit Method selama Pandemi

Format pembelajaran yang demikian akan lebih meningkatkan sifat ingin tahu serta motivasi yang merupakan motor penggerak bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Reciprocal Learning memberikan jawaban atas keresahan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran Resiprocal, yaitu: informasi, pengarahan, berkelompok mengerjakan modul, membaca-merangkum. model pembelajaran Reciprocal Learning atau disebut sebagai model pembelajaran berbalik adalah kegiatan pembelajaran mandiri yang mencangkup empat aspek yaitu merangkum, membuat pertanyaan, menjelaskan kembali dan memprediksi.

Pembelajaran yang diaplikasikan penulis sebagai seorang guru yaitu materi kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan serta kehidupan sosial dan budaya kelas empat di SDN 01 Bubak Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan. Penggunaan model Reciprocal Learning menstimulan siswa untuk mengembangkan pemikirannya dengan memunculkan berbagai pertanyaan tentang materi. Kemudian dilanjutkan dalam kelompok belajarnya siswa mendiskusikan permasalahan dan membuat kesimpulan sebagai bahan presentasi dengan kelompok lain. Akhir pembelajaran, guru mengajak siswa untuk bersama menemukan benang merah dan kesimpulan dari materi yang telah didikusikan serta diberikan penguatan materi yang paling tepat. (ti2/ton)

Baca juga:   Happy Belajar Sambil Bermain bagi Siswa Kelas Rendah

Guru SDN 01 Bubak Kec. Kandangserang Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya