Menulis Teks Berita dengan Metode Brainwriting

Oleh : Bambang Sencoko, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, METODE brain writing adalah sebuah teknik pembelajaran yang cara penyampaiannya melalui sebuah tulisan atau tertulis. Brain berarti otak, write berarti menulis. Jadi, brainwriting adalah menulis segala sesuatu yang terlintas di otak. Menurut Brahm & Kleiner dalam Wilson bahwa metode brainwriting merupakan metode untuk mencurahkan gagasan tentang suatu pokok permasalahan atau tentang suatu hal secara tertulis. Dijelaskan bahwa brainwriting merupakan sebuah metode yang cepat menghasilkan ide-ide dengan meminta peserta untuk menuliskan pengalaman-pengalaman mereka di atas kertas untuk membuat sebuah berita. Bertolak dari definisi tersebut penulis ingin menyampaikan langkah-langkah menulis teks berita dengan menggunakan metode brainwriting.

Metode brainwriting ini sudah diterapkan di SMP Negeri 4 Bojong dan hasilnya banyak peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Adapun Langkah-langkah Penerapan metode Brainwriting dalam pembelajaran menulis berita adalah sebagai berikut: Guru membuka pembelajaran dengan memancing peserta didik terkait materi menulis teks berita. Guru membagi peserta didik dalam kelompok kecil, masing-masing kelompok 3 – 4 peserta. Setiap kelompok diberikan sebuah gambar tentang peristiwa yang sedang boming saat ini (misal gambar anggota DPR RI sedang melakukan rapat). Siswa diminta mengamati gambar tersebut. Guru menjelaskan secara singkat dari gambar yang dibagikan. Hal ini, bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mendiskripsikan gambar yang mereka lihat. Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya berkaitan dengan unsur-unsur dalam membuat teks berita. Guru menjelaskan kepada peserta didik berkaitan dengaan unsur-unsur berita.

Baca juga:   Pembelajaran melalui Home Visit Method

Kemudian masing-masing peserta didik dalam kelompok kecil tersebut diberi lembar kerja. Peserta didik dapat menuliskan ide mereka berkaitan dengan gambar yang telah diberikan pada lembar kerja, dalam waktu sekitar 20 menit. Ide atau gagasan tersebut berupa tentang unsur-unsur dalam membuat sebuah berita yang meliputi : What (Apa) Nama atau identitas dari suatu kejadian atau peristiwa. Who (Siapa) Siapa saja yang terlibat dalam suatu kejadian atau peristiwa.Where (Di mana) Unsur ini menyatakan lokasi atau daerah tempat terjadinya peristiwa.When (Kapan) Why (Mengapa). How (Bagaimana). Setelah selesai, peserta didik diminta untuk meletakkan lembar kerja mereka ditengah-tengah meja dan setiap anggota kelompok secara bergantian membacakan hasil kerja kelompoknya. Kelompok lain menanggapi dan memberikan kritikan atau saran berkaitan dengan unsur berita yang belum tercatat.

Tak ada gading yang tak retak, tak ada sesuatu yang sempurna termasuk metode pembelajaran. Kelebihan menggunakan metode brainwriting menurut Wilson adalah sebagai berikut: Dapat menghasilkan ide-ide lebih banyak dibandingkan dengan curah pendapat kelompok tradisional. Mengurangi kemungkinan konflik antar anggota dalam kelompok perdebatan. Membantu anggota-anggota yang pendiam dan kurang percaya diri dalam mengutarakan pendapatnya secara lisan dalam sebuah kelompok curah pendapat.

Baca juga:   Koleksi Diksi Bangkitkan Imajinasi dalam Mencipta Puisi

Mengurangi kemungkinan ketakutan apabila pendapatnya tidak diterima anggota lain. Mengurangi kecemasan ketika seseorang bekerja dalam budaya atau dengan kelompok multi-budaya, peserta mungkin malu untuk mengungkapkan ide-idenya karena tidak terbiasa melakukan curah pendapat secara tatap muka. f Dapat dikombinasikan dengan teknik kreativitas lainnya untuk meningkatkan jumlah ide yang dihasilkan pada topik tertentu atau masalah tertentu. Wilson juga mengungkapkan kekurangan dari metode Brainwriting, yakni sebagai berikut: Strategi ini kurang dikenal dibandingkan dengan metode brainstorming.

Kurangnya interaksi sosial antar peserta karena setiap peserta menuliskan ide-ide mereka tanpa berbicara dengan peserta lainnya. Peserta mungkin merasa bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya mengekspresikan ide-ide mereka secara tertulis. Tulisan tangan bisa menjadi sedikit sulit untuk menguraikan dan menginterpretasikan hasil dari menuliskan ide maupun gagasan. Metode pembelajaran merupakan cara untuk mempermuda mengaplikasikan sebuah teori pembelajaran agar dapat diterima oleh peserta didik dengan baik sehingga akan membawa hasil yang maksimal. (*/zal)

Guru Bahasa Indonesia, SMPN 4 Bojong, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya