Melalui Mind Mapping Memahami Ciri-ciri Pubertas Anak

Oleh: Titik Juwariyah. S.Pd. SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENGGUNAAN model pembelajaran yang bertumpu kepada guru atau teacher center sebenarnya sudah ketinggalan zaman. Perubahan masa dan era membuat guru harus ikut berubah seiring perkembangan zaman. Pembelajaran sudah saatnya di rancang dan di atur agar peserta didik terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Adakalanya pembelajaran individual efektif pada pembelajaran tertentu, akan tetapi presentasi keberhasilan pembelajaran peserta didik ketika dilakukan pembelajaran kooperatif.
Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang menonjolkan kerjasama peserta didik dalam kelompok agar saling membantu dalam memahami materi pelajaran. Kerja sama tersebut dapat dibangun dengan berbagai kegiatan belajar misalnya dengan saling membantu memecahkan persoalan, diskusi membahas suatu permasalahan, dan mencari sumber belajar.
Slavin (2015:4) mengungkapkan bahwa pembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai macam metode pengajaran dimana para peserta didik bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran. Kodrat peserta didik bagian dari manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan orang lain bahkan tergantung kepada orang lain. Peserta didik sebagai makhluk sosial kemudian diberikan wadah dalam model pembelajaran yang kooperatif. Inti dari pembelajaran kooperatif adalah bekerjasama untuk saling mendukung dalam keberhasilan bagi semua anggota kelompok. Mind Mapping adalah salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran kooperatif.
Menurut Tony Buzan (2004:4) Mind Mapping adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut. Mind Mapping mengembangkan cara berpikir divergen dan kreatif. Mind Mapping juga disebut juga dengan peta konsep merupakan alat berpikir organisasional yang sangat hebat, ini juga merupakan cara termudah untuk menempatkan informasi dalam otak dan mengambil informasi itu saat dibutuhkan. Mind Mapping dapat membantu dalam berbagai hal seperti merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran, mengingat dengan baik, belajar lebih cepat dan efisien serta melatih gambar keseluruhan.
Pendapat tokoh lain Caroline Edward (2009:64) menjelaskan Mind Mapping adalah cara paling efektif dan efisien untuk memasukan, menyimpan dan mengeluarkan data dari atau ke otak. Sistem ini bekerja sesuai cara kerja alami otak kita, sehingga dapat mengoptimalkan seluruh potensi dan kapasitas otak manusia. Sebagai guru SDN 02 Tegalsuruh Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, penulis mengaplikasikan model ini di kelas enam pada materi mengenali ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki dan perempuan.
Kelebihan-kelebihan penggunaan model pembelajaran mind mapping diantaranya yaitu lebih mudah melihat gambaran keseluruhan. Membantu otak untuk mengatur, mengingat, membandingkan dan membuat hubungan. Memudahkan penambahan informasi baru. Pengkajian ulang dapat dilakukan lebih cepat. Setiap peta memiliki sifat yang unik.
Penggunaan model ini dengan kelebihan yang melekat ternyata dapat meningkatkan minat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. (ti2/zal)
Guru SDN 02 Tegalsuruh, Kabupaten Pekalongan

Baca juga:   Serunya Belajar Jenis Cedera dengan Metode Demonstrasi

Author

Populer

Lainnya