Asyiknya Belajar Teks Nonfiksi dengan Metode Talking Stick

Oleh : Heni Subandiyah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran mengasyikkan memang tidak mudah untuk diciptakan karena banyak persiapan yang harus disiapkan. Seperti yang dialami penulis pada kelas IV (empat) di SD Negeri 02 Nyamok Kecamatan Kajen banyak siswa yang tidak fokus dan tampak bosan dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini menjadi perhatian penulis untuk melakukan pembelajaran yang berbeda. Pembelajaran yang akan dilakukan dalam penyampaian materi teks nonfiksi mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan metode Talking Stick.

Menurut Kurniasih dan Sani (2015:82), model pembelajaran talking stick merupakan satu dari sekian banyak satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat. Tongkat dijadikan sebagai jatah atau giliran untuk berpendapat atau menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pelajaran. Menurut Maufur (2009:88), Talking Stick merupakan sebuah model pembelajaran yang berguna untuk melatih keberanian siswa dalam menjawab dan berbicara kepada orang lain. Sedangkan penggunaan tongkat secara bergiliran sebagai media untuk merangsang siswa bertindak cepat dan tepat sekaligus untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi.

Baca juga:   Audio Video Visual Tingkatkan Kemampuan Pidato

Materi pembelajaran teks nonfiksi pada kelas IV (empat) ini mempunyai kompetensi dasar pada ranah pengetahuan menggali pengetahuan baru yang terdapat pada teks nonfiksi dan pada ranah ketrampilan menyampaikan pengetahuan baru dari teks nonfiksi ke dalam tulisan dengan bahasa sendiri.

Langkah-langkah yang dijalankan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick pada pembelajaran Bahasa Indonesia teks nonfiksi kelas IV (empat) di SD Negeri 02 Nyamok Kecamatan Kajen sebagai berikut : Pertama, guru menjelaskan tujuan pembelajaran dari teks nonfiksi. Selanjutnya, guru membentuk kelompok yang terdiri atas 5 orang. Kemudian guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya 20 cm. Setelah itu, materi terkait teks nonfiksi yang akan dipelajari kemudian memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi tersebut dalam waktu yang telah ditentukan. Lalu, siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana. Setelah kelompok selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari isinya, guru mempersilakan anggota kelompok untuk menutup isi bacaan. Lalu, guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu anggota kelompok, setelah itu guru memberi pertanyaan dan anggota kelompok yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. Siswa lain boleh membantu menjawab pertanyaan jika anggota kelompoknya tidak bisa menjawab pertanyaan. Setelah semuanya mendapat giliran, guru membuat kesimpulan dan melakukan evaluasi, baik individu atau pun secara kelompok. Terakhir, guru melakukan evaluasi/penilaian, baik secara kelompok maupun individu.

Baca juga:   Kembangkan Teks Fiksi Masa Pandemi melalui Konsep Quantum Learning

Penulis menemukan kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick pada pembelajaran teks nonfiksi kelas IV (empat) di SD Negeri 02 Nyamok yaitu menguji kesiapan peserta didik dalam pembelajaran, Melatih peserta didik memahami materi dengan cepat, Memacu agar peserta didik untuk lebih giat belajar, karena peserta didik tidak pernah tahu tongkat akan sampai pada gilirannya dan peserta didik berani mengemukakan pendapat. Meskipun ada kelemahan yang ditemukan, membuat peserta didik senam jantung atau tegang. (ce2/ton)

Guru Kelas IV SD Negeri 02 Nyamok

Author

Populer

Lainnya