Tingkatkan Pemahaman Imunisasi Siswa Kelas Rendah dengan Metode Bercerita

Oleh : Momplok, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kesehatan merupakan bagian penting dalam kehidupan, karena sehat merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa yang tidak ternilai harganya. Seseorang yang serba kecukupan dalam hidupnya tetapi bila kondisi badan/fisik tidak sehat atau sakit-sakitan, maka dalam hidupnya seperti tidak ada artinya. Oleh sebab itu, masalah kesehatan perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini, baik melalui pendidikan formal, informal, maupun nonformal.

Dalam menyampaikan materi pendidikan kesehatan, guru sebaiknya tidak hanya memberi informasi kepada siswa tetapi guru harus mempraktikkan menggunakan alat peraga. Di samping itu seorang guru harus dapat memberi contoh cara-cara berperilaku kesehatan, karena siswa SD sebagian besar masih senang menirukan apa yang dilakukan oleh gurunya. Permasalahan yang terjadi pada siswa kelas I (Satu) masih takut apabila akan diimunisasi. Maka pada materi “Pengenalan Imunisasi”, mata pelajaran PJOK siswa diajak untuk menjadi pemberani ketika akan diimunisasi. Atau dengan pemberian materi ini siswa tidak akan lagi membolos sekolah.

Maka penerapan yang dipilih penulis adalah menggunakan metode Bercerita dengan alat peraga atau media. Bercerita adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang secara lisan kepada orang lain dengan alat tentang apa yang harus disampaikan dalam bentuk pesan, informasi, atau hanya sebuah dongeng yang dikemas dalam bentuk cerita yang dapat didengarkan dengan rasa menyenangkan. Metode bercerita adalah cara bertutur kata dalam penyampaian cerita atau memberikan penjelasan kepada anak secara lisan, dalam upaya memperkenalkan atau-pun memberikan keterangan hal baru pada anak (Depdiknas, 2004). Metode bercerita merupakan salah satu cara yang ditempuh guru untuk memberi pengalaman belajar kepada anak. Cerita yang disampaikan harus mengandung pesan, nasihat, dan informasi yang dapat ditangkap oleh anak, sehingga anak dapat dengan mudah memahami cerita serta meneladani hal-hal baik yang terkandung di dalam isi cerita yang telah disampaikan.

Baca juga:   Aplikasi Belajar IPA Terapan dengan Program Sekolah Adiwiyata

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pelaksanaan metode bercerita menurut Tarigan (2008), yaitu sebagai berikut: Pertama, Menentukan topic cerita yang menarik. Kedua, Menyusun kerangka cerita dengan mengumpulkan bahan-bahan. Ketiga, Mengembangkan kerangka cerita. Keempat, Menyusun teks cerita. Dan dalam menyampaikan cerita ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : alur cerita disampaikan harus runtut sehingga pendengar mudah memahami isi cerita, dalam bercerita kita harus menggunakan suara, lafal, intonasi, mimic yang tepat agar pendengar tertarik, penggunaan gesture dan mimic harus sesuai sebagai pelaku dalam cerita.

Setelah metode bercerita dengan alat peraga itu diterapkan di SDN 02 Wonokerto Kulon, pada waktu pembelajaran siswa sangat antusias dalam menerima materi. Siswa tambah aktif dan bersemangat, karena anak didik akan senantiasa merenungkan makna dan mengikuti berbagai situasi kisah, sehingga anak didik terpengaruh oleh tokoh dan topik kisah dalam cerita tersebut. Terbukti juga mempunyai pengaruh besar pada kegiatan BIAS dari puskesmas yang berkunjung ke sekolah siswa kelas I sudah siap untuk diperiksa. (bp2/ton)

Baca juga:   Sukseskan Perubahan Paradigma Pembelajaran pada Guru

Guru PJOK SDN 02 Wonokerto Kulon, Kec. Wonokerto, Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya