Terganggunya KBM di Masa Pandemi dalam Pembelajaran Matematika

Oleh : Siti mukhayati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Berkenaan dengan proses menyampaikan materi khususnya mata pelajaran Matematika, kondisi pandemi merupakan suatu hambatan yang sangat berat bagi guru, guru dituntut memberikan ulasan materi matematika secara lugas. Namun matematika akan sangat mengena dan tepat sasaran jika dilakukan secara tatap muka, jika dilakukan jarak jauh guru merasa kesulitan memberikan pelayanan yang total terhadap siswa untuk siswa lebih memahami ulasan materi matematika.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem online atau dalam jaringan (Daring) melalui program belajar dari rumah (BDR). Siswa belajar dan menyimak ulasan materi matematika dengan memanfaatkan jaringan internet. Karena kejadian pandemi ini seolah begitu mendadak, belajar dengan sistem daring ini tentu begitu terasa kurang tersiapkan. Kita harus mengakui, memang kita gelagapan. Kita masih tidak terbiasa dengan sistem daring.

Biasanya masalah yang akhirnya akan muncul diantaranya pertama, cakupan sinyal internet yang tidak maksimal di bebeberapa wilayah. Kedua, ketidakpunyaan gawai atau alat elektronik yang bisa mendukung pembelajaran daring. Ketiga, biaya yang tak sedikit yang rutin harus dikeluarkan untuk membeli kuota internet. Keempat, siswa kurang semangat ketika belajar di rumah. Kelima, orang tua yang kesulitan mendampingi anak-anaknya yang diberikan tugas oleh guru. Dan yang keenam, guru kesulitan menyampaikan materi dengan lengkap jika hanya berbekal sistem daring.

Baca juga:   Serunya Belajar Lompat dengan Metode Example Non-Example

Dari beberapa masalah di atas, kami mengamati bahwa poin 1, 2 dan 3 mungkin banyak diatasi dengan pemberian bantuan secara materi atau pembangunan insfrastuktur internet. Namun untuk poin 4, 5 dan 6 inilah yang sering kali membuat resah di masyarakat. Bahkan seringkali menjadi curhatan para orang tua dan guru di media sosial.

Kita harus menyadari, banyak pihak tentu sedikit banyak terbebani akibat kegiatan pembelajaran jarak jauh ini. Para orang tua harus kerja keras mendampingi anaknya yang harus belajar daring, mengerjakan tugas pelajaran dari guru. Pasti kepalanya pusing, belum lagi memikirkan kebutuhan pokok yang harus terpenuhi. Hal ini semuaa sangat dipahami oleh pihak sekolah apabila orang tua tidak mampu melayani dan mendampingi putra putrinya untuk belajar dan memahami serta mengerjakan tentang materi pelajaran yang diajarkan oleh guru, lebih-lebih bagi orang tua siswa yang berlatarbelakang pendidikan rendah. Sebaliknya para guru pun juga demikian, ada tanggung jawab memberikan pembelajaran matematika pada siswanya.

Bagaimana menyampaikan, menerangkan sampai bagaimana melakukan evaluasi. Para siswa pun demikian, bagaimana mereka tidak pusing? Jika biasanya materi matematika bisa dijelaskan dan dipaparkan secara tatap muka oleh gurunya, tapi kali kali ini mereka harus berinteraksi lewat daring, belajar jarak jauh tentu bisa mengakibatkan mereka kesulitan memahami materi matematika dan terjadi salah persepsi. Maka dari itu, perlunya kita bisa saling pengertian dan mendukung dalam menghadapi pandemi ini. Rasanya tidak berguna jika kita saling menyalahkan tentang konsep pembelajaran jarak jauh ini. Rasanya sia-sia saja jika kita sering mengeluh marah-marah karena pembelajaran jarak jauh ini. Alangkah baiknya kita bisa menahan diri untuk tidak mengeluh dan mengumpat kasar, apalagi malah ditulis di media sosial. Pada akhirnya kita semua sadar bahwa pendidikan sebenarnya sangat tidak efektif apabila dilakukan dengan tidak bertatap muka langsung antara guru dan siswa dalam berinteraksi dalam proses Belajar Mengajar. (pai2/ton)

Baca juga:   Ketika Prokes Menjadi Syarat Mutlak PTM

Guru SDN 01 Kertosari Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

Author

Populer

Lainnya