Pembelajaran Kontruktivistik Belajar Iman pada Rasul Jadi asyik

Oleh : Umu Kulsum, S.Ag., M.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menurut Alim (di dalam Riri Susanti, 2016: 60) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti adalah sebagai program yang terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati sehingga mengimani ajaran agama Islam. Mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti dilakukan untuk mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan mengamalkan ajaran islam.

Berdasarkan pengamatan permasalahan di SMP Negeri 4 Sragi dalam proses pembelajaran mata pelajaran PAI pada materi Iman Pada Rasul Allah adalah masih rendahnya aktifitas belajar siswanya.
Tercapai atau tidaknya suatu tujuan pembelajaran dapat dilihat dari keberhasilan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Hal ini erat kaitannya dengan hasil belajar siswa yang merupakan salah satu indikator dalam melihat sejauh mana tujuan pembelajaran itu telah tercapai dengan maksimal. Kondisi ini terbukti dengan banyaknya siswa yang memperoleh nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan.

Rendahnya persentase ketuntasan hasil belajar siswa bisa dilihat dari berbagai aspek. Di antaranya bisa berasal dari guru maupun siswa itu sendiri. Permasalahan yang pertama berasal dari cara guru yang masih kurang mampu mengombinasikan strategi pembelajaran sehingga siswa kurang tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Permasalahan yang kedua berasal dari siswa itu sendiri dapat dilihat dari karakter siswa yang mana terdapat karakter siswa yang bersifat malas mengikuti pembelajaran dan juga disebabkan kurang menariknya pembelajaran di kelas.

Baca juga:   Pandemi Covid-19 Mengubah Perilaku Pendidik dan Peserta Didik

Masalah di SMP Negeri 4 Sragi ini diatasi dengan strategi pembelajaraan inovatif, di antara metode pembelajaraan inovatif adalah strategi konstruktivistik.

Strategi pembelajaran konstruktivistik menurut Abruscato (dalam Johan Maknun, 2007: 29) proses belajar yang melibatkan konstruksi pengetahuan saat pengalaman baru diberi makna oleh pengetahuan terdahulu. Kelebihan strategi konstruktuvistik di antaranya proses pembinaan pengetahuan baru dan proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dan proses pembelajaran yang memahami keadaan lingkungan sosialnya serta pembelajaraan langsung secara terus menerus (M.Thobrin, 2015:102).

Alasan memilih strategi ini karena strategi konstruktivistik memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya strategi ini mampu membuat siswa meningkatkan kemampuan berfikir, dan mempraktikkannya secara langsung sehingga dengan diterapkannya strategi ini berdampak kepada hasil belajar siswa yang lebih baik di SMP Negeri 4 Sragi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaraan konstruktivistik sebagai berikut : siswa didorong dan diberi motivasi agar mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep dari pokok bahasan atau sub pokok bahasan yang akan dibahas. Guru memancing dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan problematik tentang fenomena-fenomena yang sering ditemui sehari-hari dengan mengaitkan konsep yang akan dibahas.

Baca juga:   Percaya Diri Berbicara Daily Activities Menggunakan Metode Artikulasi

Siswa diberi kesempatan untuk mengomunikasikan, mengilustrasikan pemahamannya tentang konsep itu. Pada langkah ini penggunaan metode tanya jawab sangat diperlukan antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa yang difasilitasi oleh guru.

Siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep-konsep dan permasalahan-permasalahan melalui pengumpulan dan pengorganisasian dan penginterpretasian data dalam suatu kegiatan yang telah dirancang guru. Pada tahap ini guru menggunakan metode inquiry. Secara bekerja kelompok siswa membahas kemudian mendiskusikan temuannya dengan kelompokkelompok lain. Secara keseluruhan tahap ini akan memenuhi rasa keingintahuan siswatentang topik pelajaran yang dibahas pada saat itu.

Guru berusaha menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konsepnya tentang topik pelajaran saat itu.
Hal baru bisa memotivasi siswa untuk mencapai hasil belajar tang lebih baik. Pembelajaran yang bervareasi tidak akan membosankan dan pembelajaran iman pada Rasul Allah jadi asyik. (ti1/lis)

Guru PAI-BP SMPN 4 Sragi Kec. Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya