Memahami Pembagian Pecahan dengan Pendekatan Ice Berg

Oleh: Kuswanto, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATERI pecahan mulai dikenalkan siswa kelas IV di sekolah dasar semester 2, namun pembagian pecahan mulai diberikan di kelas V sekolah dasar semester 2. Pecahan merupakan salah satu konsep mendasar dalam matematika. Konsep ini merupakan salah satu konsep yang dianggap sulit bagi siswa untuk memahaminya, bahkan gurunya ( Sukajati, 2008 ). Ketika dihadapkan dengan operasi pecahan khususnya pembagian, siswa dapat menyelesaikannya dengan menggunakan algoritma, tetapi tidak tahu darimana asalnya logaritma itu dan mengapa logaritma itu digunakan. Dalam operasi pembagian pecahan, tanda bagi berubah menjadi kali. Hal tersebut yang sering menjadi pertanyaan dari siswa. Kesulitan ini berawal dari penguasaan konsep yang kurang atau tidak memahami tentang konsep pecahan secara menyeluruh.

Teori belajar yang mendukung agar pembelajaran konsep matematika menjadi bermakna salah satunya adalah konstruktivisme. Teori konstruktivisme menekankan pada siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan atau konsep yang dipelajarinya. Salah satu pendekatan pembelajaran yang menganut paham konstruktivisme adalah pendekatan Ice Berg atau gunung es. Frans Moerland (Atmini, 2010 memvisualisasikan proses matematisasi dalam pembelajaran RME sebagai proses pembentukan gunung es. Pendekatan ini didasari oleh teori Realistic Mathematic Education (RME).

Baca juga:   Bermain Kartu Kata Bergambar Bantu Siswa Lancar Membaca

RME menekankan pada konstruksi dari kontek benda – benda konkrit sebagai titik awal bagi siswa guna memperoleh konsep matematika. Benda – benda konkret dan objek – objek lingkungan sekitar dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran matematika dalam membangun keterkaitan matematika melalui interaksi sosial. Pemanfaatan benda – benda konkret tersebut sebagai suatu awal proses permodelan oleh siswa. Dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RME, guru mengarahkan siswa untuk menggunakan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali konsep – konsep matematika dengan caranya sendiri, konsep matematika diharapkan muncul dari proses matematisasi, yaitu dimulai dari penyelesaian yang berkaitan dengan konteks dan secara perlahan siswa mengembangkan alat dan pemahaman matematik ke tingkat yang lebih tinggi. Konteks dalam RME merujuk pada situasi dimana soal ditempatkan, hingga siswa dapat menciptakan aktivitas matematik dan melatih ataupun menerapkan pengetahuan matematika yang dimilikinya.

Penyajian materi pembagian pecahan dengan pendekatan ice berg, bisa kita gunakan strategi sederhana sebagai berikut : dengan menggunakan model garis bilangan yang diumpamakan dengan gambar keju, jika kita membuat garis bilangan dari 0 sampai 5 maka partisi bagian menjadi empat, siswa dapat melingkari kelompok ¾ kemudian mereka akan melihat dua bagian yang tersisa. Untuk pembagian pecahan dengan pecahan, kita buat garis bilangan 0 sampai 1, partisi menjadi dua bagian, setiap bagian partisi menjadi empat, dengan melihat model tersebut siswa dapat memahami bahwa pembagian pecahan dengan pecahan bisa langsung diketahui hasilnya tanpa dengan menggunakan bagi berubah kali terlebih dahulu.

Baca juga:   Tingkatkan Pemahaman Belajar IPA melalui Media Pop Up Book

Pembelajaran matematika pembagian pecahan di SD Negeri Wonokerso 01, menggunakan pendekatan ice berg berdampak pada hilangnya paradigma matematika pelajaran yang sangat sulit. Terbukti dengan pendekatan ice berg, dapat diterima baik oleh para siswa, endingnya siswa mempelajari pembagian pecahan dengan hasil belajar yang cukup memuaskan. Terdapat tiga penyajian ice berg, yaitu pembagian bilangan bulat oleh pecahan, pembagian pecahan oleh bilangan bulat, dan pembagian pecahan dengan pecahan. Penggunaan pendekatan ice berg, harapannya agar dapat meminimalisir kesulitan siswa SD terhadap pemahaman materi pecahan khususnya pembagian pecahan. (ti1/bas)

Guru SD Negeri Wonokerso 01 Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya