Efektivitas Group Investigation dalam Belajar Recount Text

Oleh: Rina Septiani, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah mencakup empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan membaca (writing) secara terintegrasi. Membaca adalah salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa untuk menangkap suatu ide atau gagasan secara tertulis.
Keterampilan membaca menurut Byrne (1979:3) dalam Slamet (2009:106) pada hakikatnya bukan sekadar kemampuan membaca simbol-simbol grafis sehingga berbentuk kata dan kata-kata disusun menjadi kalimat menurut peraturan tertentu, melainkan keterampilan membaca adalah kemampuan menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap, dan jelas.

Menurut Mc Crimmon (1976:2) dalam Slamet (2009:96) membaca merupakan kegiatan menggali pikiran dan perasaan mengenai subjek, memilih hal-hal yang akan ditulis, menentukan cara membacakannya sehingga pembaca dapat memahaminya dengan mudah dan jelas.

Di antara teks yang diajarkan di kelas 8 adalah recount text atau teks recount. Istilah recount menurut kurikulum bertujuan untuk menguraikan tentang suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi pada waktu lewat, misalnya kecelakaan, laporan kegiatan, dan lain sebagainya. Recount adalah suatu jenis teks, yang sering digunakan dan disampaikan dalam jurnal, buku harian surat pribadi, biografi/otobiografi, laporan perjalanan, laporan polisi, laporan olahraga, sejarah dan lain sebagainya (Brewney, 2010:24).

Baca juga:   Penggunaan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA

Recount text biasanya memiliki tiga unsur utama, yaitu pertama orientasi, menyebutkan orang atau benda yang melakukan atau yang terlibat di dalamnya, serta waktu, tempat, situasi dan lain-lain. Kedua daftar kejadian, berdasarkan urutan kejadiannya. Ketiga reorientasi atau komentar pribadi, tidak selalu ada atau merangkum kejadian.Fungsi sosial dari recount text adalah menceritakan kembali kejadian atau peristiwa yang terjadi pada waktu lampau.

Sayangnya kemampuan membaca recount text siswa di SMP 2 Kedungwuni belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 73. Maka penulis menggunakan metode group investigation.

Guru perlu mengkreasikan model pembelajaran sebagai bagian dari metode mengajar (teaching method), yang sangat diperlukan dalam perbaikan pembelajaran yang akhirnya hasil belajar siswa dapat meningkat.

Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Group investigation adalah kelompok kecil untuk menuntun dan mendorong siswa dalam keterlibatan belajar. Metode ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok (group process skills).
Eggen & Kauchak (dalam Maimunah, 2005:21) mengemukakan group investigation adalah strategi belajar kooperatif yeng menempatkan siswa ke dalam kelompok untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik. Metode group investigation paling sedikit memiliki tiga tujuan yang saling terkait: pertama grup investigasi membantu siswa untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik secara sistematis dan analitik. Kedua, pemahaman secara mendalam terhadap suatu topik yang dilakukan melaui investigasi. Ketiga melatih siswa untuk bekerja secara kooperatif dalam memecahkan suatu masalah.

Baca juga:   Ngeblog dan Budaya Literasi Guru

Dari penerapan metode group investigation selama empat kali pertemuan tatap muka, dilanjutkan tes formatif untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi, didapatkan hasil yang menggembirakan.
Hasil belajar para siswa yang penulis analisis memperlihatkan 78 persen dari jumah siswa atau 25 siswa berhasil mencapai KKM yang telah ditetapkan. Dengan rata-rata sebesar 76,8 melampaui rata-rata hasil penilaian pada semester sebelumnya.

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan group investigation pada pembelajaran membaca recount teks di sekolah penulis adalah berhasil. Tidak hanya terlihat dari hasil belajar para siswa yang telah memenuhi target yang diharapkan. Tetapi juga terlihat dari keaktifan, motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. (ti1/lis).

Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Kedungwuni

Author

Populer

Lainnya