Alternatif Siswa Curhat di Masa Pandemi dengan WhatsApp Pribadi

Oleh: Ita Rositha

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Selama pandemi Covid-19, proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan diarahkan dalam bentuk pembelajaran secara daring atau online dari rumah. Kegiatan pembelajaran secara daring ini pada dasarnya sangat beragam, antara lain dapat dilaksanakan melalui google classroom, google forms dan aplikasi belajar online lain maupun melalui media sosial seperti WhatsApp.

Tidak terkecuali bagi guru bimbingan dan konseling (BK), dalam situasi seperti ini guru BK diharapkan mampu memberikan motivasi dan layanan konseling agar siswa mampu belajar secara maksimal dan bisa terbantukan apabila selama pembelajaran daring dari rumah siswa memiliki masalah, baik masalah pribadi, sosial, belajar maupun karier.

Tindakan konseling yang seharusnya dilaksanakan secara face to face (tatap muka), selama masa pandemi ini dapat diganti melalui media sosial seperti google classroom, google forms ataupun WhatsApp tanpa mengurangi esensi penting dari layanan konseling, yaitu kerahasiaan.

Kerahasiaan merupakan salah satu kode etik yang wajib dipegang teguh oleh seorang guru BK dalam memberikan layanan konseling. Karena itu, kerahasiaan dan kenyamanan siswa dalam konseling online wajib dijaga, dan siswa tidak perlu takut atau ragu untuk dibantu masalahnya melalui layanan online.

Menurut Larasati, dkk (2013), WhatsApp merupakan aplikasi untuk saling berkirim pesan secara instan dan memungkinkan kita untuk saling bertukar gambar, video, foto, pesan suara, dan dapat digunakan untuk berbagi informasi dan diskusi. Di SMP Negeri 2 Wonopringgo, selama masa pandemi ini agar supaya guru BK tetap bisa memantau dan membantu siswa yang memiliki masalah dengan menggunakan aplikasi WhatsApp tersebut untuk alternatif anak-anak curhat tentang permasalahan yang dimiliki. Sehingga walaupun lewat media sosial, masalah anak bisa terselesaikan.

Baca juga:   Menanamkan Karakter Siswa dengan Berpikir Positif

Sebelum masa pandemi, di SMP Negeri 2 Wonopringgo apabila ada siswa yang memiliki masalah, langsung tanpa dipanggil datang ke ruang BK dan menceritakan semua masalah yang dimilikinya, dan sebisa mungkin guru BK akan membantu menyelesaikan masalah siswa tersebut. Akan tetapi selama masa pandemi untuk curhat secara langsung tentu saja belum bisa dilakukan, sehingga alternatif siswa untuk curhat tentang masalahnya, siswa tersebut wapri (WhatsApp pribadi) ke guru BK, bagi siswa yang sudah pernah atau terbiasa ke ruang BK sudah tidak canggung lagi ketika ada masalah langsung wapri dan menceritakan semuanya. Akan tetapi bagi siswa yang belum pernah ke ruang BK mungkin agak kesulitan mau curhat ke guru BK, apalagi lewat media sosial, sehingga guru BK bekerja sama dengan guru mata pelajaran serta wali kelas, siapa saja siswa yang selama masa pandemi ini mungkin jarang merespon di WA Group atau bahkan juga tidak mengerjakan tugas.

Sehingga dari informasi tersebut guru BK langsung wapri siswa untuk menanyakan tentang keadaan siswa mengapa jarang merespon di WA Group, mengapa tugasnya masih banyak yang belum dikerjakan, dan ketika ditanya ternyata beragam jawaban dari siswa, yaitu ada yang jarang merespon, karena selama masa pandemi, selain siswa dituntut untuk mengerjakan tugas sekolah, siswa juga membantu orangtuanya bekerja, sehingga memang siswa jarang sekali membuka WA Group.

Baca juga:   Belajar Matematika Masa Pandemi Menjadi Jelas dengan Mona

Sebetulnya siswa belum mau bekerja, tapi karena melihat kondisi orangtua dan juga karena tidak berangkat sekolah, akhirnya siswa mau bekerja membantu orangtua. Sehingga terkadang tugas-tugasnya belum bisa dikerjakan. Karena setelah pulang kerja, badannya capek dan siswa ingin istirahat.

Ada juga yang tidak maksimal mengerjakan tugas sekolah karena kalau di rumah disuruh momong adiknya yang masih kecil. Karena orangtua bekerja semua, sehingga ketika ada tugas dikerjakan sambil momong adiknya. Padahal untuk tugas sehari dua pelajaran, sehingga ketika ada yang belum selesai dikerjakan besoknya sudah ada tugas lagi dan siswa sebenarnya mau protes, tapi karena melihat kondisi orangtua dan siswa juga tidak berangkat sekolah, akhirnya mau tidak mau harus dijalani.

Dengan adanya permasalahan yang muncul dari satu-dua siswa, akhirnya guru BK sering ngecek lewat WA pribadi siswa, dan dengan pemilihan WhatsApp didasarkan karena permasalahan yang muncul, yang mungkin berkaitan dengan tugas-tugas yang diberikan oleh guru yang kurang mendapat respon dari siswa.

Dan adanya pemantauan lewat wapri yang dibantu oleh guru mata pelajaran serta wali kelas diharapkan walaupun masih masa pandemi yang semuanya dilakukan secara online siswa bisa menganggap seperti curhat face to face (tatap muka), sehingga permasalahan apapun yang muncul selama masa pandemi bisa terselesaikan dan tidak menjadi beban pikiran siswa. (bp2/aro)

Guru SMP Negeri 2 Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya