Serunya Belajar Perilaku Terpuji dengan Metode Role Play

Oleh : Handayani,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENGAJAR tidak selalu menyampaikan materi dikelas kemudian bel berbunyi kembali ke kantor. Tidak sesederhana itu. Mengajar adalah proses dimana ilmu pengetahuan baik ketrampilan pengetahuan dan sikap diajarkan untuk menjadi pribadi yang berkarakter unggul. Pada praktiknnya tidak semudah membalikan tangan. Banyak factor yang menyebabkan kelas pembelajaran itu tidak menarik dan siswa tidak merasa senang dalam mengikuti pembelajaran, diantarannya media yang tidak menarik dan metode yag jadul . penulis juga mengamati hal itu terjadi di SD Negeri 02 Sinangohprendeng Kajen khususnya pada mata pelajaran PJOK pada materi perilaku terpuji. Siswa tidak bersemangat dan tidak adanya tantangan belajar. Sehingga penulis mencoba melakukan pembelajaran dengan metode role playing. Metode yang dipercaya bisa menciptakan kelas pembelajaran menyenangkan dan meningkatkan pemahaman.

Sandra de Young dalam Nursalam dan Efendi (2008) menyatakan bahwa metode role playing atau dikenal dengan bermain peran merupakan salah satu bentuk drama. Dalam metode ini, siswa diminta untuk bermain suatu drama, secara spontan untuk memperagakan peran – perannya dalam berinteraksi. Peran yang dilakukan berhubungan dengan masalah maupun tantangan dan hubungannya dengan manusia.
Tujuan dari metode role playing atau bermain peran, yaitu mengajarkan tentang empati pada siswa (Ismail, 1998). Siswa diajak untuk mengalami dunia dengan cara melihat dari sudut pandang orang lain. Siswa diminta untuk membayangkan dirinya di posisi orang lain agar bisa menyelami perasaan dan sikap yang tunjukkan oleh orang lain, memahami dan peduli terhadap tujuan dan perjuang dari orang lain, dan mencoba untuk berperan yang tidak biasa. Dalam artian memainkan peran orang lain yang mungkin dapat berbeda dengan karakteristik yang ada dalam dirinya.

Baca juga:   Modifikasi PJOK dalam Meningkatkan Imun Tubuh Siswa di Masa Pandemi

Materi pembelajaran perilaku terpuji ini memiliki kompetensi dasar Menganalisis perilaku terpuji dalam pergaulan sehari-hari (antar teman sebaya, orang yang lebih tua, dan orang yang lebih muda) serta mendemonstrasikan perilaku terpuji dalam pergaulan sehari-hari (antar teman sebaya, orang yang lebih tua, dan orang yang lebih muda. Indikator pencapaiannya bahwa siswa mampu menganalisis perilaku terpuji dalam pergaulan sehari–hari serta siswa mampu menceritakan dan mendemonstrasikan perilaku terpuji.

Langkah–langkah model pembelajaran role play dalam materi perilaku terpuji pada mata pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) sebagai berikut pertama, Guru atau pembimbing perlu untuk menyusun atau menyiapkan tentang skenario yang akan ditampilkan di kelas berkaitan perilaku terpuji seperti membantu orang tua , menyebrangkan nenek di jalan raya, membantu temannya yang sedang kesulitan membawa beban yang berat, menyingkirkan pecahan kaca dari jalan yang dilewati dan lain sebagainya. Lalu Guru membentuk siswa dalam kelompok–kelompok. Kemudian Guru memberikan penjelasan pada siswa tentang kompetensi–kompetensi yang ingin dicapai melalui kegiatan pembelajaran role playing. Setelah itu, guru memanggil siswa yang telah ditunjuk untuk memainkan peran sesuai dengan skenario yang telah disiapkan oleh guru.

Baca juga:   Menggali dan Meningkatkan Pengetahuan Siswa dengan Probing Promting

Masing – masing siswa berada dalam kelompoknya, kemudian siswa tersebut melakukan pengamatan pada siswa yang sedang memperagaka skenarionya. Dan yang terakhir, Guru meminta masing – masing kelompok untuk menyusun dan menyampaika hasil kesimpulan berdasarkan skenario yang dimainkan oleh kelompok yang lain. Pada langkah terakhir ini, guru memberikan kesimpulan dari kegiatan role playing yang dilakukan bersama siswa. Kesimpulan yang diberikan guru bersifat umum.

Penggunaan metode role playing atau bermain peran, penulis menemukan keuntungan yaitu membantu dalam memahami masalah–masalah yang sedang dihadapi . Bagi peserta yang memainkan peran sebagai orang lain, maka peserta tersebut dapat menempatkan dirinya sendiri seperti watak dari karakter yang dimainkan itu. Mampu merasakan perasaan yang dialami oleh orang lain. Hal tersebut mampu menumbuhkan sikap saling memperhatikan orang lain. meskipun penulis mengamati akan menjadi kerugian bila guru tidak menguasai metode bermain peran dalam setiap sesi yang diadakan dalam pelatihan, maka akan menjadikan metode bermain peran ini menjadi tidak berhasil. (ce2/zal)

Guru PJOK SDN 02 Sinangohprendeng

Author

Populer

Lainnya