Asyiknya Belajar Kisah Nabi Yusuf dengan Metode Picture and Picture

Oleh : Inzuliyati Ma’rifatinnur, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Apakah sudah menciptakan kelas yang menyenangkan dan siswa antusias dalam belajar adalah pertanyaan yang menjadi refleksi guru ketika sudah mengajar. Ada keterkaitan kelas menyenangkan berkorelasi pada antusias belajar sehingga siswa dapat menerima pengetahuan yang diajarkan bisa didapat secara maksimal.

Meskipun pada praktiknya menciptakan kelas pembelajaran tidak semudah membalikkan tangan karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi di dalamnya. Sarana dan prasana, input siswa, media pembelajaran, dan metode atau strategi yang digunakan dalam mengajar.

Ada kebosanan dalam belajar, seperti juga yang ditemukan oleh penulis di kelas III SD Negeri Salit, Kajen. Potret semacam itu yang menjadikan penulis melakukan kontruksi pembelajaran dengan menerapan metode yang dipandang mampu menciptakan kelas menyenangkan yaitu metode picture and picture.

Menurut Agus Suprijono (2009:110) model pembelajaran picture and picture adalah metode belajar yang menggunakan gambar dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan.

Prinsip dasar dalam model pembelajaran kooperatif picture and picture adalah sebagai berikut setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. Setiap anggota kelompok harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama. Setiap anggota kelompok harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya. Setiap anggota kelompok akan dikenai evaluasi.

Baca juga:   Memahami Makna Kandungan Surah Al-Ma’un dengan Metode Resitasi

Materi kisah keteladanan nabi yang diajarkan pada kelas III ini mencakup kompetensi pengetahuannya memahami kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s. dan kompetensi keterampilannya menceritakan kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s. indikator pencapaiannya bahwa siswa mampu memahami kisah Nabi Yusuf dan memahami keteladannnya serta siswa mampu menceritakan kisah keteladan nabi Yusuf.
Adapun langkah-langkah dari pelaksanaan picture and picture pada materi keteladanan Nabi Yusuf dikelas III SD Negeri Salit sebagai berikut pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai.

Di langkah ini guru diharapkan untuk menyampaikan apakah yang menjadi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang bersangkutan. Dengan demikian maka siswa dapat mengukur sampai sejauh mana yang harus dikuasainya. Kedua, memberikan materi pengantar sebelum kegiatan.

Penyajian materi sebagai pengantar sesuatu yang sangat penting, dari sini guru memberikan momentum permulaan pembelajaran. Ketiga, guru menyediakan gambar-gambar kisah nabi yusuf.
Dalam proses penyajian materi, guru mengajar siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru atau oleh temannya. Dalam perkembangan selanjutnya sebagai guru dapat memodifikasikan gambar atau dengan video dari youtube baik offline atau online. Keempat, guru menunjuk siswa secara bergilir untuk mengurutkan atau memasangkan gambar-gambar yang ada.

Baca juga:   Tingkatkan Mutu Sekolah dengan Supervisi Akademik Guru

Kelima, guru memberikan pertanyaan mengenai alasan siswa dalam menentukan urutan gambar. Setelah itu ajaklah siswa menemukan jalan cerita. Keenam, Dari alasan tersebut guru akan mengembangkan materi dan menanamkan konsep materi yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.

Terakhir, guru menyampaikan kesimpulan. Setelah menerapkan metode picture and picture ini dalam materi kisah keteladanan nabi Yusuf, penulis mendapatkan manfaat yang diperoleh yaitu materi yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai dan materi secara singkat terlebih dahulu. Siswa lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari.

Dapat meningkat daya nalar atau daya pikir siswa karena siswa disuruh guru untuk menganalisa gambar yang ada dan pembelajaran lebih berkesan, sebab siswa dapat mengamati langsung gambar yang telah dipersiapkan oleh guru. (ce2.1/lis)

Guru PAI SD Negeri Salit, Kajen

Author

Populer

Lainnya