Asyiknya Belajar Ekosistem dengan Metode Discovery Learning

Oleh : Latifah,S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENGAJAR tidak hanya persoalan menyampaikan pengetahuan tetapi juga harus dipertanyakan apakah mengajarnya bisa membuat pemahaman menyeluruh dan membuat gembira. hal ini menjadi pertanyaan refleksi guru dalam mengajar. Membuat pemahaman menyeluruh dan menciptakan pembelajaran suasana menyenangkan memang tantangan tersendiri karena itu terjadi berdasarkan factor yang komplek. Setiap sekolah memiliki jawaban–jawaban tersendiri terhadap persoalan tersebut. Salah satu pemandangan yang sering terlihat oleh penulis pada siswa SD Negeri Sidorejo dikelas V adalah siswa tampak mengantuk dan bosan dikelas. Penulis mengamati bahwa perlu diterapkan metode yang tepat untuk materi tertentu. Maka khusus pada materi ekosistem metode yang sesuai dengan metode Discovery Learning.

Metode discovery merupakan proses mental siswa mampu mengasimilasi suatu proses atau prinsip-prinsip. (Roestiyah, 1991). Disimpulkan oleh penulis bahwa metode discovery ini adalah dimana siswa bisa mendapatkan hasil yang sama pada akhirnya dengan cara yang berbeda sesuai dengan pemikirannya masing-masing. Dalam hal inipada siswa diharapkan siswa dapat mendapatkan tema serta membuat larik-larik yang indah sesuai dengan imajinasinya sendiri tanpa ditentukan oleh guru. Setelah proses terjadi dan hasil diperoleh kemudian guru akan menjelaskan cara yang sebenarnya dengan hasil yang sama sebagai penyelsaian dari masalah yang ditemukan oleh siswa pada saat siswa menemukan atau berjalan sendiri. Menurut Subana metode discovery adalah suatu metode unik dan dapat disusun olehguru dalam berbagai cara, meliputi pengajaran keterampilan inquiry dan pemecahan masalah untuk mencapai tujuan pendidikan.

Baca juga:   Bermain Peran, Cara Mudah Pahami Kalimat Perintah

Materi tematik ekosistem pada kelas V memiliki kompetensi dasar pengetahuan menganalisis hubungan antarkomponen ekosistem danjaring-jaring makanan dilingkungan sekitar dan indikator ketercapiannya siswa dapat menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya secara benar. Kompetensi dasar ketrampilan dalam materi ini bahwa membuat karya tentang konsep jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem. Indikator ketercapaiannya membuat teks nonfiksi tentang penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya secara benar.

Langkah-langkah Penerapan Metode Discovery Learning pada materi ekosistem di kelas V sebagai berikut pertama, guru memberi motivasi berkaitan pembelajaran yang akan dilakukan. Memberikan pertanyaan sebelum pembelajaran. Misalnya anda ke sekolah melewati apa saja ceritakan, apakah tadi ada yang berangkat kesekolah melewati kebun atau sungai, apa yang anda lihat dan temukan didalam sungai atau kebun itu. Kedua, guru memberikan permasalahan untuk dipecahkan, ketiga , menyesuiakan dengan tingkat perkembangan kognitif siswa, kemudian guru menjelaskan konsep atau prinsip yang ditemukan oleh siswa melalui kegiatan tersebut perlu dikemukan dan ditulis secara jelas. Keempat, guru memberikan petunjuk siswa untuk melakukan penemuan atau discovery terhadap masalah yang diberikan maka siswa harus tersedia alat dan bahan yang diperlukan, lalu susunan kelas disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan terlibat aliran bebas pikiran siswak dalam kegiatan belajar mengajar misalnya dengan bentuk lingkaran atau bentuk huruf U. Keenam, Guru harus memberikan kesempatan kepada siswa k untuk mengumpulkan data. Data yang telah diperoleh melalui pengamatan yang dialami siswa. Terakhir, Guru harus memberikan jawaban dengan tepat dengan data serta informasi yang diperlukan.

Baca juga:   Belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Efektif dengan Discovery Learning

Penulis menemukan kelebihan dalam penerapan metode Discovery ini yakni menyenangkan, siswa dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa , metode ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan masing-masing, Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa meski terdapat kelemahan didalamnya antara lain tidak memberikan kesempatan berpikir kreatif, Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental. (ce2/zal)

Guru SDN Sidorejo

Author

Populer

Lainnya