Penggunaan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA

Oleh: Theresia Sri Rahayu, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DENGAN munculnya wabah covid-19 di Indonesia merubah proses pembelajaran secara total dan mendadak. Pembelajaran yang semula dilaksanakan secara tatap muka di kelas berubah menjadi pembelajaran secara daring yang semula tidak pernah dilakukan. Saya sebagai guru IPA di SMP negeri 2 Tengaran yang terletak di kecamatan Tengaran, kabupaten Semarang tentunya seketika itu menjadi bingung apa yang harus saya lakukan apalagi didalam pembelajaran IPA banyak materi yang harus dipelajari dengan menggunakan metode eksperimen.

Pembelajaran yang saya lakukan secara daring menggunakan Aplikasi google classroom, Group WA, Google Form Apakah mungkin dalam pembelajaran secara daring dapat menggunakan metode eksperimen? Saya merenung sejenak dan ternyata bisa dilakukan dengan metode eksperimen yang sederhana dimana alat dan bahan peserta didik dapat mencari sendiri yang ada di dalam rumah ataupun di sekitar rumahnya tanpa harus membeli di toko.

Metode eksperimen menurut Djamarah (2002) adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Metode eksperimen (percobaan) adalah suatu tuntutan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar menghasilkan suatu produk yang dapat dinikmati masyarakat secara aman dan dalam pembelajaran melibatkan siswa dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan itu, (Sumantri, 1999:157).

Baca juga:   Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Persuasi pada Siswa dengan Strategi Terbimbing

Berdasarkan dengan pengertian tentang metode eksperimen diatas, maka dengan metode eksperimen ini siswa akan mendapatkan pengalaman belajar seperti: 1) mengamati sesuatu hal 2) membuat hipotesa atau dugaan 3) melakukan percobaan 4) mengumpulkan data 5) membuat kesimpulan. Dengan metode eksperimen juga dapat mengajarkan sikap ilmiah seperti: rasa ingin tau, obyektif, teliti, jujur.
Pelajaran IPA kelas VII tentang klasifikasi materi dan perubahannya disini dipelajari macam macam zat berdasarkan sifat dan wujudnya, macam macam zat berdasarkan komposisinya diantaranya ada unsur, senyawa dan campuran, pada materi ini ada ranah penilaian ketrampilan dan tetap dapat dilaksanakan.

Pada materi campuran disini peserta didik dapat melakukan kegiatan eksperimen pemisahan campuran misalnya tentang penyaringan atau filtrasi dengan menggunakan alat dan bahan yang ada dirumah misalnya menggunakan alat penyaring minuman, pada materi asam basa dan garam peserta didik dapat melakukan eksperimen untuk mengidentifikasi apakah suatu larutan itu asam, basa atau garam dengan menggunakan alat dan bahan yang ada misalnya sabun, sampo, pasta gigi, jeruk, tomat dan menggunakan indikator alami misalnya kunyit.

Baca juga:   Belajar Ecoprint dengan Memanfaatkan Potensi Alam Sekitar

Langkah pembelajaran yang saya lakukan pertama guru menyapa peserta didik melalui Google Classroom dan menanyakan kesiapan mengikuti pembelajaran, kedua guru menyampaikan materi apa yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran dan metode pembelajaran yang digunakan, ketiga guru memberikan sumber belajar yang harus dipelajari dan lembar kerja peserta didik yang berisi langkah langkah yang harus dilaksanakan dalam praktikum dirumah, keempat guru memberi kesempatan peserta didik untuk bertanya melalui Google Classroom ataupun WA, kelima peserta didik mempelajari materi dan dilanjutkan dengan praktikum sederhana dirumah, kemudian praktikum dan mendokumentasi kegiatan paktikum, membuat laporan kegiatan yang dilampiri foto kegiatan kemudian mengirim laporan ke google classroom.

Dari pengalaman saya, walaupun dimasa pandemi pembelajaran IPA tetap dapat dilaksanakan dengan metode eksperimen yang membuat peserta didik tetap aktif kreatif dan tentunya tidak akan membosankan selama belajar dirumah. (ti1/bas)

Guru IPA SMP Negeri 2 Tengaran, Kabupaten Semarang.

Author

Populer

Lainnya