Mengubah Power Point menjadi Video Pembelajaran Yang Menarik

Oleh : M. Husni Mubarok, S.S.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sejak situasi pandemi melanda, kegiatan belajar mengalami perubahan besar, khususnya ketika Mendikbud Nadiem Makarim memutuskan, seluruh proses pembelajaran anak usia sekolah dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring selama masa darurat Covid-19.

Guru yang telah berusaha menyiapkan alat peraga dan media, seolah menjadi kurang berfungsi tatkala digunakan dalam kelas daring. Kala media pembelajaran, dalam hal ini power point, dahulu bisa ditayangkan menggunakan proyektor di ruang kelas sambil guru menerangkan, saat ini sudah tidak memungkinkan lagi dilakukan. Membagikan file materi melalui WhatsApp grup kelas bisa membuat siswa merasa jenuh bila kegiatan pembelajarannya begitu-begitu saja.

Supaya hal itu tidak terjadi, media file power point yang sudah dimiliki oleh guru, bisa diubah menjadi file video yang menarik dengan menggunakan aplikasi power point 2019, seperti yang penulis lakukan ditempatnya mengajar, yaitu di SMP Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan. Atau bagi pembaca yang sudah berlangganan Microsoft 365, bisa memakai software power point bawaannya. Bedanya dengan versi power point sebelumnya, video pembelajaran yang dihasilkan bisa menampilkan video diri guru yang sedang menerangkan materinya.

Simpel sekali caranya, pembaca hanya perlu membuka file pembelajaran power point yang sudah dibuat. Setelah itu masuk ke menu ‘slide show’, lalu memilih menu ‘record slide show’, kemudian menekan ‘record from the beginning’. Langkah tersebut akan mengalihkan layar pembaca ke jendela rekam layar. Disitu pembaca bisa menggunakan tombol-tombol sesuai dengan fungsinya. Seperti tombol ‘RECORD’, ‘STOP’, dan ‘REPLAY’ di sebelah kiri atas layar. Tombol ‘CLEAR’ dan ‘SETTING’ di sebelah kanan atas. Tombol ‘highlighter’, ‘pen’, dan ‘eraser’, yang disertai dengan kotak pilihan warna yang diinginkan, di sebelah bawah tengah. Tombol fungsi ‘microphone’, ‘camera’, dan ‘camera preview’ di sebelah kanan bawah. Juga tombol panah ‘previous’ dan ‘next’ di sisi kiri dan kanan layar. Abaikan tombol menu ‘NOTES’ yang ada di bagian tengah atas. Nah, pada layar inilah, pembaca akan melihat video diri yang secara ‘default’ terletak di sisi kanan bawah.

Baca juga:   Belajar Adjective Asyik dengan WordWall

Setelah itu, pembaca bisa langsung memulai rekaman dengan langkah-langkah berikut : Pertama; menekan tombol ‘RECORD’ yang berwarna merah. Proses perekaman akan dimulai dalam waktu 3 detik sebagaimana ditunjukkan dengan angka hitung mundur pada tengah layar. Kedua; setelah perekaman berjalan, pembaca bisa memulai narasi penjelasannya. Pemanfaatan pointer mouse pada slide sangat diperlukan untuk membantu siswa fokus pada bagian yang sedang dijelaskan. Untuk lebih bagusnya, jangan lupa menggunakan bolpoin (tombol ‘pen’), juga stabilo (tombol ‘highlighter’), di tengah bawah layar. Pilihlah warna yang diinginkan dengan menge-klik kotak warna yang ada di samping tombol tersebut. Ketiga; secara berulang silakan lakukan hal yang sama dengan langkah kedua sampai pada slide terakhir, dengan menekan tombol panah ke kanan (next). Keempat; setelah selesai melakukan perekaman, pembaca bisa menekan tombol ‘REPLAY’, untuk melihat hasil rekaman. Bila hasil rekaman tidak sesuai dengan yang dikendaki, tekanlah tombol ‘CLEAR’ untuk menghapus rekaman. Kemudian, memulai perekaman kembali dari awal seperti pada langkah-langkah di atas. Jika hasil rekaman sudah sesuai, dilanjutkan dengan menutup layar rekaman dengan menekan ‘tanda silang’ (close) yang ada di sisi pojok kanan atas layar.

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Problem Posing

Langkah terakhir tersebut akan mengembalikan layar ke tampilan slide power point dengan video dan narasi yang sudah terekam. Nah, disinilah ukuran dan posisi video, juga keras pelannya suara narasi bisa diatur sendiri sesuai dengan yang dikehendaki. Bila sudah sesuai, pembaca bisa menekan tombol ‘file’ yang ada pada menu sebelah kiri atas power point, lalu memilih menu ‘export’, dilanjutkan dengan menekan tombol ‘create video’, kemudian tekan lagi ‘create video’. Sebelum memulai proses rendering, silakan memilih resolusi video yang diinginkan. Dalam hal ini, penulis memilih ‘Full HD (1080p)’ dan ‘Uses Recorded Timings and Narrations’ agar video dan narasi yang sudah dilakukan terekam.

Setelah selesai, dilanjutkan dengan mencari letak file video yang telah dibuat tadi. Silakan buka video tersebut untuk melihat hasilnya. Bila dirasa videonya terlalu sunyi, bisa ditambahkan back sound sebelum rekaman diexport dengan menekan menu ‘insert’ lalu memilih ‘Audio’. Nah, sekarang pembaca sudah bisa menggunakan video pembelajaran interaktif dalam kelas online-nya. Jadi, belajar bisa dilakukan dilakukan dimanapun, termasuk BDR (belajar Dari Rumah), seperti yang sebutkan oleh Hilgard (dalam Sanjaya, 2007) bahwa belajar adalah proses perubahan melalui kegiatan atau prosedur latihan baik latihan di dalam laboratorium maupun dalam lingkungan alamiah. Selamat mencoba! (ti1/aro)

Guru SMP Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya