Belajar PPKn Asyik dengan Metode Snowball Throwing

Oleh: Hesti Suci Mulyani, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar dapat dilakukan di mana saja. Bisa di sekolah, di
rumah, di tempat lain seperti museum, laboratorium dan lain-lain.
Kegiatan belajar di sekolah menjadi tanggung jawab semua pihak salah
satunya guru. Guru memberikan bimbingan pengajaran kepada peserta
didik.

Guru harus dapat melakukan suatu inovasi meningkatkan belajar
prestasi belajar siswa. Hal ini dimaksudkan agar pelajaran Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dapar berlangsung efektif,
efisien, dan menyenangkan.

Dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran PPKn pada kompetensi dasar “Mengasosiasikan Karakteristik Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)” melalui metode snowball throwing di SMP Negeri 2 Kandeman untuk meningkatkan prestasi hasil belajar peserta didik.

Pembelajaran snowball throwing adalah suatu model pembelajaran yang membagi murid dalam beberapa kelompok yang nantinya masing-masing anggota kelompok membuat sebuah pertanyaan pada selembar kertas dan membentuknya seperti bola. Kemudian bola tersebut dilempar ke murid yang lain selama durasi yang ditentukan yang selanjutnya masing-masing peserta didik menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.

Metode pembelajaran snowball throwing memilki ciri-ciri antara lain dalam proses pembelajaran terjadi komunikasi antara pendidik dan
peserta didik. Sistem dua arah antara pendidik dan peserta didik.
Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat menarik minat
belajar peserta didik. Model pembelajaran snowball throwing melatih
peserta didik untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain dan
menyampaikan pesan tersebut kepada temannya satu kelompok.
Pembelajaran menjadi efektif, komunikatif, serta ketiga aspek
(kognitif, afektif, dan psikomotor) dapat tercapai.
Materi pokok pertemuan ini membahas “Makna proklamasi kemerdekaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”. Pernyataan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia untuk terlepas dari penjajahan bangsa asing. Kemerdekaan merupakan jembatan emas untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara.

Baca juga:   Tingkatkan Belajar Siswa Walau di Masa Pandemi

Pembelajaran makna proklamasi kemerdekaan dan NKRI melalui metode
snowball throwing pada awalnya guru menyiapkan secara fisik
dan psikis peserta didik untuk mengikuti pembelajaran dengan melakukan
berdoa, mengecek kehadiran siswa, serta sumber belajar.

Secara khusus meminta peserta didik membuka buku PPKn kelas VII bab 6, bagian A sub 1 perjuangan menuju NKRI dan daerah dalam kerangka NKRI. Guru membentuk kelas menjadi beberapa kelompok, dengan jumlah anggota empat sampai lima peserta didik. Ketua kelompok mendapatkan penjelasan tentang maateri makna proklamasi kemerdekaan. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya, kemudian menyampaikan materi yang dijelaskan oleh guru kepada teman-temannya. Peserta didik masing-masing menuliskan satu pertanyaan menyangkut materi yang dibuat oleh ketua kelompok. Kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilemparkan dari satu siswa ke siswa yang lainnya selama benerapa menit. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan, siswa dipersilakan menjawabnya secara bergantian. Guru memfasilitasi peserta didik dengan sumber belajar lain.
Guru membimbing kelompok untuk menghubungkan informasi yang diperoleh untuk menyimpulkan materi serta membimbing perserta didik menyusun laporan hasil telaah. Laporan dapat berupa displai, bahan tayang, maupun dalam bentuk kertas lembaran. Setiap kelompok menyajikan hasil telaah di kelas atau melalui memajang hasil telaah (displai) di dinding kelas dan kelompok lain saling mengunjungi dan memberikan komentar atas hasil kelompok lain.

Baca juga:   Penilaian Bahasa Inggris dengan G-Form, Jadikan Siswa Lebih Aktif

Dengan pembelajaran snowball throwing kelas VIIB SMP Negeri 2 Kandeman, hasilnya meningkat dilihat dari rata-rata kelas yang berjumlah 28 peserta didik yang tuntas 12 anak 42,85 persen setelah pembelajaran melalui metode snowball throwing kelas VIIB yang tuntas menjadi 26 peserta didik atau 93 persen. (*/lis)

Guru PPKn SMP Negeri 2 Kandeman,
Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya