Peningkatan Kreativitas melalui Metode Resitasi Kisah Para Nabi

Oleh: Danar, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, GURU memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secaraa seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya.

Hal ini menuntut perubahan-perubahan dalam mengorganisasikan kelas, penggunaan metode mengajar, strategi belajar mengajar, maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Guru berperan sebagai pengelola proses belajar-mengajar, bertindak sebagai fasilitor yang berusaha mencipatakan kondisi belajar mengajar yang efektif, sehingga memungkinkan proses belajar mengajar, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai. Untuk memenuhi hal tersebut di atas, guru dituntut mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa, sehingga ia mau belajar karena siswalah subyek utama dalam belajar.
Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif. Namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasana kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan cara khusus. Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-temannya dan apayang diajarkan siswa kepada teman-temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi pelajaran.

Baca juga:   Microsoft Teams 365 Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi

Pembelajaran Agama Islam tidak lagi mengutamakan pada penyerapan melalui pencapaian informasi, tetapi lebih mengutamakan pada pengembangan kemampuan dan pemrosesan informasi. Untuk itu kreativitas peserta didik perlu ditingkatkan melalui latihan-latihan atau tugas dengan bekerja dalam kelompok kecil dan menjelaskan ide-ide kepada orang lain.

Di SD Negeri Wonotunggal 02 kecamtan Wonotunggal pembaelajran PAI anak kadang merasa jenuh , bosan serta mengantuk semangat belajarpun menurun. Kondisi tersebut merupakan sumber inspirasi bagi pendidik untuk merubah paradigma baru berkaitan dengan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar . Lang gkah yang diambil pendidik dengan menerapkan metode resitasasi. Metode resitasi merupakan metode pemberian tugas belajar.

Djamarah (2006) menyatakan bahwa pengertian metode pemberian tugas belajar adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan belajar. Sudjana (2005) mengemukakan bahwa tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah , tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas bisa dilaksanakan dirumah , disekolah, di perpustakaan, dan ditempat lainnya. Tugas dan resitasi merangsang peserta didik untuk aktif belajar baik secara individu maupun secara kelompok.

Baca juga:   Perkuat Kepengawasan Kinerja Guru PAI dan BP secara Daring

Pemberian tugas belajar yang dilakukan peserta didik, kelas dibagi dengan beberapa kelompok kecil. Tiap kelompok untuk mencari bahan diperpustakaan meringkas kisah dari dua puluh nabi yang di sukai dengan kata-kata sendiri dengan kreatiafitas dan ketrampilan dalam mengelola bahasa yang runtut dan sesuai kaidah yang benar. Di suasana pembelajaran di luar kelas ini peserta didik sangatlah antusias dan saling bekerjasa dalam menyelesaikan tugas. Setelah tugas selesai perwakilan dari salah satu anggota kelompok untuk maju kedepan membacakan hasil tugas kelompoknya. Ternyata hasilnya belajar peserta didik meningkat baik dari kreatifitas, ketrampilan, daya pikirnya serta semangat belajarnya meningkat drastis. (ti1/bas)

Guru PAI SD Negeri Wonotunggal 02

Author

Populer

Lainnya