Pembelajaran IPA dengan Aplikasi Whatsapp

Oleh: Nuryanti, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Corona Virus Disease atau dikenal dengan Covid-19 yang melanda bangsa di dunia sejak awal 2020, mengakibatkan kesemrawutan, kelimpungan, ketakutan, dan kepanikan akan bahaya wabah virus ini. Pemberlakuan pembelajaran yang tadinya dilaksanakan di sekolah atau madrasah terus tiba-tiba harus berpindah dilaksanakan di rumah. Hal ini memaksa pemerintah untuk mengeluarkan suatu keputusan dengan Surat Edaran yang diterbitkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona Virus Disease (Covid-19). Surat edaran menteri tersebut menjelaskan akan adanya pembelajaran di rumah yang dilalukan secara daring (dalam jaringan) dengan penekanan bahwa pembelajaran daring dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik tanpa terbebani menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Pembelajaran daring atau jarak jauh (PJJ) SD Negeri Pungangan Kabupaten Pekalongan, mengharuskan guru dan siswa melakukan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh. Dalam hal ini guru harus mampu melakukan kegiatan pembelajaran yang mudah dipahami dan dapat dijangkau oleh siswa. Media pembelajaran yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari aplikasi Whatssapp, Google Classroom, Elearning, Zoom, Meet, TeamLink dan masih banyak lagi. Dalam hal ini sekolah kami menggunakan Whatsapp (WA) untuk melakukan pembelajaran jarak jauh.

Baca juga:   Pembelajaran Prakarya Asyik dengan Model CORE

Pembelajaran melalui aplikasi Whatsapp (WA) dipilih sebagai jalur pembelajaran yang akan diterapkan. Mengapa menggunakan whatsapp? Karena aplikasi tersebut sudah familiar di masyarakat, khususnya siswa siswi saya serta cocok digunakan untuk pemula. Melalui whatsapp, guru memberikan petunjuk pembelajaran yang akan dilakukan siswa baik itu berupa kegiatan membaca, menulis, praktik melakukan suatu kegiatan, mengamati, dan kegiatan lain.

Salah satu pembelajaran yang dapat dilakukan pada kelas VI SD Negeri Pungangan Kabupaten Pekalongan secara daring ialah tentang perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan, dengan menampilkan video pembelajaran. Video dapat memfasilitasi siswa untuk mempelajari suatu materi dengan mudah, video juga fleksibel, dapat disaksikan di mana saja dan kapan saja. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa video merupakan media pengajaran yang efektif jika dibandingkan dengan media pengajaran lainnya (Lloyd & Robertson, 2011).

Pada kegiatan pembelajaran guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengakses link youtube yang diberikan guru. Setelah menonton video, guru memberi kesempatan peserta didik untuk bertanya. Terjadilah banyak chat pertanyaan dari siswa, bahkan terjadi diskusi yang sangat ramai karena siswa memiliki argumen tersendiri dalam memahami tayangan video. Pada akhir kegiatan diskusi ini guru melakukan klarifikasi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Baca juga:   Mengenal Negara-Negara ASEAN melalui Video Youtube

Kelebihan pembelajaran dengan media video pembelajaran ternyata mampu memberikan dampak positif. Dampak tersebut dalam proses belajar di antaranya, pembelajaran lebih menarik, aktivitas belajar siswa semakin terlihat meningkat, dapat mengingat dan memahami melalui video pembelajaran serta menjadikan pembelajaran lebih bermakna. (ti1/ton)

Guru Kelas SD Negeri Pungangan Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya