Media Layanan Informasi Meningkatkan Minat Studi Lanjut Lulusan SMA

Oleh : Mahnun, S.Pd.,M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kemajuan teknologi dan informasi yang pesat menjadikan perkembangan dan perubahan peradaban manusia akan terus berlangsung. Penggunaan media dalam proses layanan bimbingan dan konseling merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan sehingga minat peserta didik untuk mengikuti layanan terus meningkat. Manfaat yang diperoleh dari penggunaan media pembelajaran di antaranya pengajaran akan lebih baik, menarik perhatian peserta didik dan materi pengajaran akan lebih dipahami oleh para peserta didik.

Media pembelajaran berdasarkan realitasnya dapat dibedakan atas dua golongan, yaitu media nyata dan media buatan. Media nyata yaitu segala jenis benda atau objek nyata (tidak secara khusus dirancang untuk dijadikan media) yang dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran atau sumber belajar didalam upaya mengefektifkan proses belajar mengajar. Sebaliknya, media buatan yaitu benda atau objek yang secara khusus dirancang dan dibuat untuk dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran atau sebagai sumber belajar di dalam upaya mengefektifkan proses belajar mengajar.

Salah satu cara meningkatkan minat peserta didik adalah penggunaan media pembelajar, seperti komputer dan internet. Komputer atau internet sebagai media berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam menyiapkan bahan ajar maupun dalam proses pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Software dalam komputer yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran ini adalah Microsoft Power Point. Program ini dapat menampilkan informasi yang berupa tulisan, gambar, animasi, serta suara sehingga peserta didik dapat lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Materi informasi studi lanjut (Depdikbud, 1998) meliputi bentuk perguruan tinggi (universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, politeknik, Universitas Terbuka), jalur pendidikan tinggi (akademik, profesional), jenjang pendidikan tinggi, persyaratan masuk pendidikan tinggi, komponen biaya pendidikan di perguruan tinggi.

Baca juga:   Mentoring Pembelajaran Terpadu Terintegrasi Penerapan PRLH Efektifkan Menulis Eksposisi

Banyak peserta didik yang mengalami kekurangan informasi tentang studi lanjut terutama yang berkaitan dengan perguruan tinggi sehingga cenderung menjadi salah satu hambatan dalam menentukan arah pilih studi lanjut di perguruan tinggi. Hal ini salah satunya disebabkan oleh pelaksanaan layanan informasi di sekolah yang kurang menarik minat. Peserta didik hanya memiliki informasi tentang perguruan tinggi negeri yang diminati, sedangkan kurang pengetahuan tentang perguruan tinggi, baik pergyruan tinggi negeri maupun swasta.

Jumlah perguruan tinggi negeri (PTN) terus bertambah dari waktu ke waktu. Jumlah ini belum termasuk perguruan tinggi agama Islam negeri (PTAIN), institut, akademi, dan sekolah tinggi kedinasan yang tersebar di seluruh Indonesia. Banyaknya jumlah perguruan tinggi negeri ini sebenarnya memudahkan calon mahasiwa, tetapi karena kurang informasi maka para calon mahasiswa pun bingung menetapkan pilihan.

Minat untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki lapangan pekerjaan, keduanya memerlukan pertimbangan yang matang. Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan bagi para peserta didik yang memilih akan melanjutkan pendidikan menurut Gani (1992) adalah: (1) faktor biaya studi (2) masalah pemilihan jurusan. (3) peluang dunia kerja setelah lulus. Hal inilah yang menunjukkan pemberian layanan informasi studi lanjut kepada peserta didik sangat dibutuhkan. (bw2/ton)

Baca juga:   PAI dan BP Mempengaruhi Kesadaran siswa mengonsumsi Makanan dan Minuman Halal

Guru SMA Negeri 1 Sukorejo

Author

Populer

Lainnya