Serunya Belajar Makanan Sehat dengan Number Feads Together

Oleh : Endang Widyaningsih,S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR adalah proses menerima pengetahuan. Proses menerima pengetahuan bagi pembelajar sering dijumpai daya tangkap yang berbeda dan tingkat pemahaman yang tidak merata. Daya tangkap yang berbeda bisa disebabkan oleh input yang berbeda, metode atau media pembelajaran yang digunakan guru tidak tepat secara pemahaman tiap individu. Penulis mengamati pada pembelajaran materi Makanan Sehat dan Bergizi kelas V di SD Negeri 01 Bulaksari juga sering dijumpai siswa yang merasa mudah bosan dan tidak ada motivasi untuk menggali pengetahuan. Melihat fenomena itu, penulis menerapkan metode Number Heads Together untuk menciptakan kelas menyenangkan dan pemahaman yang maksimal dalam pembelajaran.

Menurut Muslimin (2000) mengemukakan bahwa: “Pengertian Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) adalah salah satu tipe dari pembelajaran kooperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu, berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tetapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa, tiap siswa dengan nomor yang sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja dalam kelompok, presentasi kelompok dengan nomor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan beri reward”.

Baca juga:   PJJ Materi Pengukuran Mudah dengan Power Point dan Video

Langkah – langkah dalam penerapan model pembelajaran NHT pada materi makanan sehat di kelas V(lima) pada SD Negeri 01 Bulaksari sebagai berikut pertama, Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.

Guru membentuk siswa menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok memiliki personil 3-5 siswa. Dasar dalam pembentukan kelompok tersebut diantaranya adalah berdasarkan nilai tes awal, perbedaan jenis kelamin serta perbedaan suku.Setelah terbentuk kelompok maka selanjutnya Guru memberi nomor kepada masing-masing siswa dalam setiap kelompok dan serta memberikan nama kelompok yang berlainan.

Kedua,Guru memberikan tugas berikatan dengan makanan sehat dan bergizi dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Sebaiknya sebelum pemberian tugas guru terlebih dahulu memastikan setiap kelompok memiliki sumber informasi yang relevan seperti buku paket, modul dan lainnya sehingga dapat memberi kemudahan kepada siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Ketiga, Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya atau mengetahui jawabannya. Ketiga, Pada langkah ketiga dalam model NHT ini masing-masing siswa dalam setiap kelompok berfikir bersama dalam usaha menemukan jawaban yang tepat atas tugas yang diberikan guru, serta berusaha meyakinkan bahwa masing-masing anggota kelompok mengetahui jawaban (jika jawabannya sudah berhasil ditemukan kelompok tersebut) dari pertanyaan yang diberi guru.

Baca juga:   Metode PAKEM Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Keempat, Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Dalam langkah keempat ini, guru menyebut satu nomor dan bagi siswa yang nomornya disebut dari setiap kelompok mengangkat tangan dan melaporkan hasil (jawaban) kerja masing-masing kelompoknya kepada seluruh siswa dikelas. Kelima, Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain. Siswa yang nomornya tidak disebut guru berusaha memberi tanggapan atas jawaban dari siswa yang menyampaikan hasil kerja kelompoknya, jika sudah selesai guru dapat menunjuk nomor berikutnya. Terakhir, guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan jawaban akhir yang benar dari setiap pertanyaan yang terkait dengan materi yang telah dibahas.

Melalui metode Number Heads Together pada pembelajaran ini penulis mengamati ada beberapa kelebihan yang menjadi catatan antara lain siswa akan belajar paling baik dalam lingkungan kerja sama, belajar yang menekankan pada kerja sama diantara sesama siswa dalam suatu komunikasi belajar dapat lebih menggairahkan, Setiap siswa menjadi siap semua, dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sunggu dan siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. (ti1/zal)

Guru SDN 01 Bulaksari

Author

Populer

Lainnya