Dengan Media Diorama Menulis Teks Diskusi Jadi Berirama

Oleh: Dra. Asih Murdani

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN keterampilan menulis yang banyak terjadi hanya disajikan dalam bentuk pemberian teori mengenai suatu teks. Hal ini membuat siswa kesulitan dalam mengekspresikan ide, gagasan, dan pikiran ke dalam bentuk tulisan. Pelaksanaan pembelajaran yang baik seharusnya diikuti dengan adanya pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan kondisi belajar- mengajar yang ada. Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan materi menjadi salah satu cara agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Kurikulum 2013 dirancang untuk menyongsong model pembelajaran Abad 21, di mana di dalamnya akan terdapat pergeseran dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu. Kurikulum 2013 menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berbahasa. Kompetensi-kompetensi tersebut dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan: dimulai dengan meningkatkan kompetensi pengetahuan tentang jenis, kaidah dan konteks suatu teks, dilanjutkan dengan kompetensi keterampilan menyajikan suatu teks tulis dan lisan baik terencana maupun spontan, dan bermuara pada pembentukan sikap kesantunan berbahasa dan penghargaan terhadap bahasa Indonesia sebagai warisan budaya bangsa (Kemendikbud, 2014 : 4).

Kegiatan belajar-mengajar memerlukan media pembelajaran sebagai salah satu peranan penting dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran. Secara sederhana media berarti alat bantu. Penggunaan media dapat mengurangi kelemahan-kelemahan pembelajaran sehingga materi mudah dipahami oleh siswa. Penggunaan media dapat mendukung terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien, terutama membantu mempermudah guru mencapai tujuan pembelajaran (Arsyad, 2011:15)

Baca juga:   Serunya Menulis Teks Editorial dengan Teknik 3P

Melihat hambatan-hambatan yang terjadi di SMP 1 Kesesi, maka guru Bahasa Indonesia memandang perlu adanya upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis, khususnya menulis teks diskusi. Salah satu cara yang digunakan yaitu dengan menerapkan media pembelajaran. Penerapan media pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan memudahkan siswa dalam menulis teks diskusi. Media diorama yang digunakan berisi penggambaran secara nyata tentang suatu peristiwa yang akan dibahas dalam teks diskusi. Alasan ini yang memperkuat guru memilih diorama sebagai alat bantu siswa dalam pembelajaran teks diskusi. Dengan demikian, pembelajaran dapat lebih bermakna, menarik, dan memberikan hasil yang lebih optimal.

Teks diskusi merupakan sebuah teks yang berisi tentang sebuah wacana yang berisi tentang suatu permasalahan. Teks diskusi membahas sebuah isu permasalahan yang berisi dua argumen yaitu argumen pendukung dan argumen penentang. Masalah yang dihadirkan dalam teks diskusi nantinya akan didiskusikan berdasarkan dua sudut pandang tersebut (Kemendikbud, 2014)

Penggunaan media diorama menurut Sanaky (2011:118) dalam pembelajaran dimulai dengan langkah pertama yaitu menentukan tema yang akan disampaikan kepada siswa. Penentuan tema tersebut sejalan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat guru sebelumnya. Setelah tema telah ditentukan, langkah kedua adalah membuat perencanaan pembuatan diorama terlebih dahulu. Hal ini dimulai dari pemilihan dan pembelian bahan, wama, serta menentukan jenis diorama yang akan digunakan. Perencanaan pembuatan bertujuan agar dapat mengetahui kesulitan-kesulitan dalam proses pembuatan diorama.
Selain itu, perencanaan bertujuan agar waktu yang digunakan akan efektif dan efisien. Setelah proses perencanaan selesai, langkah ketiga adalah proses pembuatan. Pembuatan diorama sangat memerlukan ketelatenan dan kreatifitas tinggi, sehingga hendaknya mempunyai kedua hal tersebut. Jika tidak memungkinkan, bisa dialihkan kepada seseorang yang ahli dalam pembuatan diorama agar tema yang dibuat sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika diorama tersebut selesai dibuat, maka hendaknya dilakukan simulasi terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada siswa. Hal ini dilakukan agar beberapa kekurangan yang ada dapat diantisipasi pada waktu simulasi agar dalam proses pembelajaran tidak ada kendala yang terlalu besar. (ti1/zal)

Baca juga:   Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi dengan Audio Visual

Guru SMP 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya