Tingkatkan Belajar Pantang Menyerah dengan Media Komik

Oleh ; Siti Ismah, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR mengajar terutama dalam Pendidikan Agama Islam adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif tersebut mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Adapun interaksi yang bernilai edukatif tersebut terjadi dikarenakan kegiatan mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran. Segala sesuatu tersebut antara lain menyangkut metode pembelajaran yang digunakan, sumber pembelajaran, pendekatan, media/alat pembelajaran, sarana dan prasarana, evaluasi dan lain-lain.

Dikatakan bahwa, “Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai satu pun metode mengajar yang telah dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan”. Seperti yang terjadi di SDN Karanganyar Kecamatan Tirto guru masih menggunakan pembelajaran sederhana yaitu ceramah. Pada materi “Pantang Menyerah” kelas IV (Empat) hasil belajar siswa menurun drastis dikarenakan siswa susah diajak focus belajar. Maka perlu ada perubahan cara membelajarkan siswa agar bisa meningkatkan pemahaman materi. Yaitu dengan menerapkan metode Komik, komik dipandang bermanfaat untuk belajar karena mempunyai nilai seni yang menyenangkan bagi anak-anak.

Baca juga:   Media Power Point Efektif untuk Pembelajaran dengan Microsoft Teams

Menurut Cary, komik memotivasi pembaca yang enggan. Mereka melibatkan siswa dalam format sastra yang merupakan milik mereka. Komik berbicara kepada siswa dengan cara yang mereka pahami dan identifikasi. Langkah-langkah membuat komik antara lain : Pertama, Membuat plot. Plot adalah struktur rangkaian urutan dalam cerita, bagaimana bermula, apa inti cerita dan siapa saja tokoh-tokoh dalam cerita.

Kedua, Membuat Draft Dengan Pensil, Saat memulai membuat komik, gunakanlah pensil untuk meminimilisasi kesalahan-kesalahan yang terjadi. Buat draft berupa kotak frame, layout halaman, kemudian mulailah menggambar tokoh-tokoh di dalamnya, bagaimana posenya, ekspresinya dan di mana posisi balon kata (dialog) ataupun kotak keterangan narasi. Ketiga, Membentuk Outline Gambar. Rapikan draft gambar pada poin 2 dengan drawing pen, untuk kotak dan bentuk-bentuk persegi lainnya dapat dibantu dirapikan dengan penggaris. Keempat, Menghapus Draft Pensil.

Setelah poin 3 selesai, hapus draft pensil saat tintanya kering. Gunakan penghapus pensil yang bagus agar menghapusnya mudah dan hasil hapusannya bersih, karena proses menghapus ini bisa cukup membuat lengan pegal sehingga menjadi tak nyaman untuk melanjutkan proses berikutnya. Kelima, Membuat Detil Gambar, buat detil gambar, hitamkan rambut (bila berwarna gelap), warna pakaian, rapikan bulu mata, arsir bagian yang gelap dengan memperhatikan efek pencahayaan, bentuk bayangan pose tokoh dan berbagai detil gambar lainnya. Keenam, Melakukan Koreksi, terkadang setelah sampai pada gambar detil, baru ditemukan kesalahan-kesalahan gambar. Ketujuh, Menambahkan Screen Tone, merupakan teknik yang terdapat pada komik dimana tone digunakan untuk mengisi bagian gambar dengan warna gelap dan terang ataupun dengan tekstur. Delapan, Menambahkan Dialog. Setelah semua selesai, tahap akhir adalah memasukkan dialog.

Baca juga:   Membiasakan Tertib Aturan Rumah dengan CORE

Setelah penerapan pembelajaran dengan komik di SDN Karanganyar maka peserta didik semakin termotivasi dalam belajar, melatih siswa untuk berpikir kreatif sehingga hasil belajar meningkat. (bp2/zal)

Guru SDN Karanganyar, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya