Motivasi Belajar PAIBP Meningkat dengan Media Kartu Berwarna

Oleh: Ami Laeli, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan pada hakekatnya merupakan proses pendewasaan manusia menjadi manusia seutuhnya. Manusia seutuhnya meliputi keseluruhan dimensi kehidupan manusia: fisik, psikis, mental/moral, spiritual dan religius. Pendidikan dapat berlangsung secara formal di sekolah, informal di lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan dan nonformal dalam keluarga. Pendidikan agama di sekolah sebagai salah satu upaya pendewasaan manusia pada dimensi spiritual-religius. Adanya pelajaran agama di sekolah di satu pihak sebagai upaya pemenuhan hakekat manusia sebagai makhluk religius (homo religiousus).

Sekaligus di lain pihak pemenuhan apa yang objektif dari para siswa akan kebutuhan pelayanan hidup keagamaan. Agama dan hidup beriman merupakan suatu yang objektif menjadi kebutuhan setiap manusia. Dan permasalahan banyaknya siswa SD Negeri Rowolaku, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan mengalami kejenuhan saat belajar. Menurut Hakim (2004:63), Lingkungan yang nyaman dapat membuat siswa belajar dengan baik, begitupun sebaliknya, kondisi lingkungan yang kurang nyaman dapat membuat siswa merasa jenuh atau bosan. yang akan dihasilkan dari kejenuhan belajar adalah menurunnya prestasi belajar siswa, sehingga penulis tertarik merubah pembelajaran pada mata pelajaran PAIBP materi Mengenal Allah dan Kitab-Nya.

Baca juga:   Efektivitas Metode Explicit Instruction pada Materi HPP Ekonomi

Berdasarkan permasalahan di atas, penulis berupaya memperbaiki pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa. Upaya yang dimaksud adalah melaksanakan untuk meningkatkan kemampuan memahami materi dengan menggunakan media kartu berwarna. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’.

Gerlach dan Ely (1971) menjelaskan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. persepsi antara guru dengan siswa agar terjadi persamaan persepsi atau pemikiran yang sama sehingga mempermudah guru menyampaikan pesan dan siswa mampu menangkap pesan itu dengan jelas.

Penggunaan Media Kartu Berwarna 3 atau visual board adalah suatu papan yang dilapisi kain flannel atau kain yang berbulu di mana padanya diletakkan potongan gambar-gambar atau simbol lain. Gambar-gambar atau simbol-simbol itu biasanya disebut item papan flannel dan dapat menerangkan atau menjelaskan sesuatu masalah. Agar item tersebut dapat melekat pada papan flannel, maka di belakang items ditempelkan pada kain flannel atau kertas amplas.

Baca juga:   Dengan Membuat Video Pembelajaran Matematika Lebih Mudah

Selain bahan tersebut dapat digunakan juga untuk mengkaitkan benda-benda kecil atau gunting yang tidak berat pada bahan berbulu, dan media kartu berwarna dalam hal ini adalah media yang dibuat untuk keperluan pembelajaran dengan menggunakan warna yang terbuat dari kertas tebal berwarna (manila, buffalo atau sejenisnya) kemudian digunting sesuai ukuran (5 x 8 cm) atau sesuai dengan kebutuhan dan keinginan yang berbentuk persegi panjang yang berisi kata dan digunakan untuk keperluan pembelajaran.

Pembelajaran dengan bantuan alat peraga akan membantu peserta didik memahami materi. Pemilihan kartu warna dapat mempengaruhi jiwa manusia dengan kuat atau dapat mempengaruhi emosi manusia. Dengan penerapan media ini, maka siswa SDN Rowolaku berhasil mencapai nilai yang maksimal, 80 persen terpenuhinya KKM mata pelajaran yang telah ditentukan. (ce2/aro)

Guru PAIBP SD Negeri Rowolaku, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya