Meneguhkan Iman Kepada Kitab Allah dengan Change of Pairs

Oleh: Ghufron, S.Ag

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Hak peserta didik untuk mendapatkan pembelajaran yang nyaman dan menarik kadang harus rela untuk dikorbankan. Lemahnya pemahaman dan pengalaman guru tentang pembelajaran kolektif dan pembelajaran kooperatif di dalam kelas menjadi salah satu faktor penting yang sangat mempengaruhi.

Pada tahapan itu, peserta didik dituntut untuk mengikuti alur pembelajaran yang didesain konvensional oleh seorang pendidik yang “egois”. Mereka dipaksa untuk mengikuti alur membaca, mendengar, merangkum, dan menghafal atau mengerjakan tugas. Bahkan lebih ekstrim ketika seorang pendidik menyampaikan pembelajaran dengan metode catat di papan lalu tinggal pergi, dan kembali ke kelas dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut sangat merugikan peserta didik yang mengharapkan pembelajaran secara proporsional.

Peserta didik sudah seharusnya diberikan kesempatan untuk menentukan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi pembelajaran. Pelibatan siswa dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan. Siswa dibentuk agar dapat melakukan interaksi sosial dalam kelas. Interaksi itu dapat diwujudkan dengan pembelajaran kooperatif. Suprijono (2009: 54) menjabarkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk kegiatan yang dibimbing dan diarahkan oleh guru.

Baca juga:   Belajar PAI dengan Pendekatan Karakter Ubah Perilaku Jadi Terpuji

Pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam meyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang sederhana dan solutif adalah Change of pairs (tukar pasangan).
Miftahul Huda (2012:135) mengungkapkan bahwa model pembelajaran bertukar pasangan memberi siswa kesempatan untuk bekerja sama dengan orang lain. Model ini digunakan untuk semua mata pelajaran dan semua tingkatan usia.

Penulis sebagai guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP) SMP Negeri 4 Bojong, Kabupaten Pekalongan mengaplikasikan model ini pada pembelajaran kelas delapan tentang makna beriman kepada kitab-kitab Allah SWT. Langkah-Langkahnya adalah pertama, siswa dibentuk berkelompok secara berpasangan setiap dua orang (guru bisa menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya). Apabila terdapat jumlah yang ganjil, maka diundi salah satu siswa akan menjadi penilai kelompok. Langkah kedua guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan dari kempok yang lain.

Baca juga:   SAVI Tingkatkan Keterampilan Menganalisa Hubungan antara Bentuk dan Fungsi Bagian Tubuh

Pada langkah ketiga, kedua pasangan melakukan tukar pasangan, diteruskan dengan pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka. Langkah terakhir, temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula. Sebelum akhir pembelajaran peserta didik diajak untuk review materi yang baru dibahas serta membuat kesimpulan secara bersama. Jika diperlukan diberikan evaluasi sebagai penguatan bagi materi pembelajaran.

Penulis merasakan sensasi yang berbeda pada penggunaan model pembelajaran change of pairs (tukar pasangan). Peningkatan minat dan hasil belajar yang sangat tajam membuat model pembelajaran ini dapat direkomendasikan kepada guru lain untuk dapat memanfaatkannya. (bp2/aro)

Guru SMP Negeri 4 Bojong, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya