Peran Serta Kepala Sekolah di Masa Pandemi Covid 19

Oleh : Abdul Mutholip, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran jarak jauh (PJJ) sistem daring yang dilaksanakan dari rumah di masa pandemi Covid-19 tidak akan bisa berjalan dengan aktif apabila kepala sekolah tidak merencanakan pragram pembelajaran dengan baik. Untuk menunjang pembelajaran secara aktif dimasa pandemi Covid-19 kami menerapkan salah satu program pembelajaran secara aktif yaitu dengan istilah MIKIR: (Melaksanakan, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi). Kegiatan pembelajaran secara aktif ini akan berjalan dengan lancar apabila kepala sekolah bisa koordinasi dengan baik dengan seluruh pihak sekolah, orang tua dan masyarakat.

Langkah-langkah yang tepat pembelajaran secara aktif dengan istilah MIKIR adalah : Pertama, seluruh komponen pendidikan dalam rangka menjamin terlaksananya pembelajaran dengan suasana yang berbeda yaitu merancang kurikulum dan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi darurat bencana Covid-19. Kepala sekolah bersama para guru membuat kompetensi dasar yang rinci dan akurat tentang sebaran materi yang akan dilaksanakan / dibahas selama pandemi Covid-19, kemudian para guru membuat RPP untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh dan mengatur jadwal sehingga beban tugas peserta didik tidak terlalu tinggi dan menumpuk.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Ciri Pubertas dengan Metode Think Pair Share

Kedua, kepala sekolah selalu memberikan semangat dan apresiasi kepada guru, peserta didik dan orang tua. Apabila ada kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh guru, peserta didik dan orang tua dapat dibicarakan dengan baik tentang pemanfaatan media daring ataupun solusi yang ingin didapatkan. Guru mengajar secara daring membutuhkan ekstra energi untuk menyiapkan materi dan lainnya, tidak ketinggalan juga dengan peserta didik dan orang tua dengan pembelajaran secara daring kita harus bisa saling kerjasama dengan baik.

Ketiga, melakukan komunikasi yaitu pelatihan kepada semua guru secara singkat untuk menambah wawasan pembelajaran lewat daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kepala sekolah tentunya menyadari bahwa sarana yang tersedia tidak semua guru mampu. Untuk kuota para guru pun sudah dialokasikan ke dana BOS sesuai edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Di SD Negeri Rejosari Bojong Kabupaten Pekalongan, lebih dari 90 persen gurunya mampu menggunakan IT, sehingga mereka bisa menggunakan berbagai macam aplikasi pembelajaran jarak jauh melalui sistem daring seperti: Google Classroom, Google Form, Quizizz, Quipper, Facebook, Instagram, Youtube, Whats App dll.

Baca juga:   Tingkatkan Keterampilan Bercerita melalui Media Gambar Seri

Keempat, hasil refleksi yang diperoleh oleh kepala sekolah selama proses kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa Pandemi Covid 19, keberhasilan pembelajarannya memang kurang maksimal, dikarenakan adanya kendala sinyal yang kurang lancar, peserta didik tidak bisa menerima pembelajaran dari guru dengan seutuhnya. Kurikulum sudah disesuaikan dengan situasi Pandemi Covid 19, guru tetap membuat RPP dan menyiapkan materi untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Dengan adanya kepala sekolah merencanakan pembelajaran secara aktif dengan istilah MIKIR di tengah wabah pandemi Covid-19 di SD Negeri Rejosari Bojong Kabupaten Pekalongan, peserta didik dapat meningkatkan belajar dengan aktif dan tidak keluar dari rumah, walaupun lewat pembelajaran jarak jauh. Hal ini terbukti setiap pembelajaran, peserta didik secara rinci dapat melaporkan tugasnya pada guru baik dengan diskripsi maupun foto video kegiatan pembelajaran jarak jauh, sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. (ti1/ton)

Kepala sekolah SD Negeri Rejosari Bojong

Author

Populer

Lainnya