Pembelajaran Praktikum IPA di Masa Pandemi

Oleh : Fitriani Ulfatus Sa’adah M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 yang merebak di Indonesia praktis membuat banyak aktivitas tidak bisa berjalan normal, bahkan terhenti. Termasuk aktivitas pendidikan di sekolah-sekolah. Kurangnya pengetahuan tentang virus ini membuat banyak pihak tidak mau mengambil risiko untuk melaksanakan kegiatan secara masal. Di masa pandemi Covid-19, pembelajaran tidak bisa dilangsungkan secara normal sebagaimana biasanya. Target kurikulum jelas tidak bisa terpenuhi. Dalam kondisi yang serba terbatas, guru harus selektif dalam memilih hal-hal yang akan diajarkan ke siswanya. Oleh karena itu, pemerintah juga sudah menerbitkan SKB 4 menteri yang membatasi muatan kurikulum.

Kualitas sumber daya manusia tidak terlepas dari kualitas pendidikan. Salah satu komponen utamanya adalah guru. Gurulah yang berada di garda terdepan dalam menciptakan sumber daya manusia. Guru berhadapan langsung dengan peserta didik di kelas melalui proses pembelajaran. Di tangan gurulah akan dihasilkan peserta didik yang berkualitas, baik secara akademis, skill (keahlian), kematangan emosional, moral, dan spiritual.

Salah satu metode yang bisa diterapkan oleh guru adalah metode pembelajaran praktikum. Metode pembelajaran praktikum merupakan proses pemecahan masalah melalui kegiatan manipulasi variabel dan pengamatan variabel. Rustaman, et al (2005) mengemukakan bahwa dalam pendidikan sains kegiatan laboratorium (praktikum) merupakan bagian integral dari kegiatan belajar mengajar. Metode praktikum dapat dilakukan kepada siswa setelah guru memberikan arahan, aba-aba, atau petunjuk untuk melaksanakannya. Kegiatan ini berbentuk praktik dengan mempergunakan alat-alat tertentu. Dalam hal ini guru melatih keterampilan siswa dalam penggunaan alat-alat yang digunakan serta hasil yang dicapai.

Baca juga:   Tingkatkan Pemahaman Operasi Bilangan Pecahan dengan Realistic Mathematics Education

Melalui pembelajaran daring yang diselenggarakan di SMP Filial Negeri 20 Semarang, kegiatan praktikum juga dikemas secara daring. Pertama-tama yang harus disiapkan adalah membuat LKPD yang dapat diakses siswa secara online. Dalam hal ini, guru menyiapkan dalam bentuk google form. Selanjutnya adalah menyiapkan atau membuat video tutorial untuk mencontohkan kegiatan praktikum yang memuat alat dan bahan yang dibutuhkan. Langkah-langkah atau prosedur praktikumnya, serta tujuan dari setiap langkah yang dilakukan. Misalnya saja praktikum Uji Sach untuk mengetahui hasil dari fotosintesis tumbuhan, maka video yang disiapkan adalah tutorial pelaksanaan Uji Sach lengkap dengan tujuan masing-masing tahapannya. Kemudian video di-upload ke google drive lengkap dengan LKPD-nya agar dapat diakses oleh siswa secara online. Kegiatan yang dilakukan oleh siswa adalah membuka link pembelajaran, menyaksikan video tutorial, melaksanakan praktikum secara mandiri sesuai tutorial yang diberikan, serta mengerjakan LKPD. Pada saat siswa melaksanakan praktikum, harus direkam secara visual dan dikirimkan ke google classroom agar guru dapat memantau.

Baca juga:   Belajar Fisika Jarak Jauh dengan Media Animasi

Melalui kegiatan praktikum secara daring ini, siswa kelas VIII SMP Filial Negeri 20 Semarang dapat mempelajari sains dan pengamatan langsung terhadap gejala-gejala maupun proses sains serta dapat melatih keterampilan berpikir ilmiah. Pasti lebih mudah diingat pembelajarannya karena praktikum salah satu metode dalam menciptakan pembelajaran meaningfull. (ti1/ida)

Guru SMP Filial Negeri 20 Semarang

Author

Populer

Lainnya