Pemanfaatan Batu Kali sebagai Media Pembelajaran Seni Lukis

Oleh: Titiek Endriana, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam merespon kondisi pandemi yang belum juga pulih, pembelajaran jarak jauh menjadi solusi yang efektif digunakan dikarenakan pembelajaran secara offline masih belum bisa kembali diterapkan. Dalam sistem pembelajaran jarak jauh tersebut tentunya terdapat kendala yang harus dihadapi oleh para pendidik maupun peserta didik. Salah satunya adalah faktor ekonomi yang mempengaruhi kebutuhan bahan baku media bagi peserta didik untuk mengekspresikan karyanya demi memenuhi tugas yang harus dikerjakan.

Selain faktor ekonomi, kebosanan peserta didik juga menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan. Sosialisasi yang terbatas dan pembelajaran yang monoton juga berpengaruh pada menurunnya antusiasme peserta didik dalam mengikuti pelajaran. Solusinya adalah bagaimana menyiasati kondisi tersebut dengan menggunakan media alternatif yang lebih ekonomis, menarik, dan menyenangkan.

Salah satu media tersebut adalah batu kali. Batu kali merupakan media yang sangat tepat dari sisi ekonomis. Tidak diperlukan biaya sepeser pun untuk mendapatkannya. Peserta didik dapat mendapatkan batu kali di sekitar lingkungan mereka. Bentuk dan ukurannya pun dapat disesuaikan dengan kreasi dan selera mereka. Selain itu batu kali juga memiliki berbagai kelebihan lain. Biasanya peserta didik ditugaskan melukis diatas media kertas yang datar dan cenderung rapuh. Sementara batu kali memiliki volume, tekstur, dan bentuk yang dinamis serta karakteristik yang padat, kuat, dan keras. Hal itu dapat menjadi sensasi tersendiri dalam merangsang kreativitas peserta didik.

Baca juga:   Mudah Belajar Organ Gerak Hewan dan Manusia dengan Video Presentasi

Apabila menggunakan media kertas, tidak bisa menggunakan sembarang cat lukis. Jenis cat yang tidak tepat dapat merusak media kertas tersebut. Dengan menggunakan batu kali, pilihan cat lukis yang dibutuhkan menjadi lebih fleksibel. Peserta didik dapat menggunakan jenis cat apapun dan dengan harga yang paling murah. Cat yang digunakan untuk permukaan batu biasanya hanya campuran cat tembok putih polos dengan pigmen warna. Cat tersebut memiliki harga yang cenderung murah, dengan pilihan warna yang sangat banyak dan lebih menarik dibanding jenis pewarna lain. Selain itu apabila terjadi kesalahan dalam proses pelukisan, peserta didik dapat menutupinya dengan cat baru tanpa khawatir dapat merusak medianya.

Dalam praktiknya, peserta didik mengerjakan tugas seni budaya, seni lukis kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dengan media batu kali dengan tahapan sebagai berikut: Pertama-tama peserta didik mempersiapkan media, peralatan, dan cat yang diperlukan yaitu batu kali, pensil, cat, dan pigmen. Setelah itu peserta didik membuat sketsa pada batu menggunakan pensil, misal flora fauna sesuai kreasi mereka. Setelah membuat sketsa dilanjutkan dengan proses pewarnaan. Peserta didik mencampur cat dan pigmen sesuai warna yang diinginkan. Untuk tingkat kekentalannya disesuaikan hingga pori-pori batu tertutup rapat. Setelah campuran dirasa sudah pas barulah dilakukan pewarnaan pada sketsa yang telah dibuat. Kemudian setelah pewarnaan selesai, batu lukis tersebut dijemur hingga kering. Apabila memungkinkan bisa dilakukan finishing dengan menggunakan cat semprot clear agar warna lebih cerah, awet, dan tidak luntur.

Baca juga:   Teknik Ukaba Permudah Siswa Menulis Puisi

Kesimpulannya adalah batu kali yang dianggap sepele dan tidak berharga bagi banyak orang ternyata dapat menghasilkan karya seni yang menarik. Dengan itu pula peserta didik dapat mengasah kreatifitas dengan memanfaatkan benda yang ada di sekitar lingkungan mereka. (ti1/ton)

Guru Seni Budaya SMP Muhammadiyah 1 Surakarta

Author

Populer

Lainnya