Pengajaran Menulis Menggunakan Diary terhadap Kemampuan Menulis Siswa dalam Recount Text

Oleh : Gus Ahmad Rikauddin

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mengajar menulis itu seperti berenang. Jika siswa belajar berenang, mereka membutuhkan air di kolam renang dan seorang guru untuk mengajari mereka bagaimana menjadi seorang perenang profesional (Brown, 2001: 334).

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa Inggris yang telah memberikan kontribusi penting bagi manusia. Ini selalu menjadi bagian dari silabus dalam pengajaran bahasa Inggris (Harmer, 2004: 31). Menurut kurikulum mata pelajaran bahasa Inggris di SMA, siswa di SMA N 1 Kajen kelas X diberikan pelajaran menulis termasuk menulis teks recount yang berfokus pada mengonstruksi kalimat dengan lancar, tepat dalam kalimat bahasa Inggris yang dapat diterima.

Keefektifan penyampaian informasi terlihat pada pembacanya ketika berkomunikasi dengan orang lain dalam bentuk tulisan. Ketika pembaca memahami tulisan kita, barulah efektif untuk mengirimkan informasi. Ini berbeda dari bentuk lisan di mana pembicara berbicara kepada pendengarnya secara langsung. Karena pembaca tidak hadir, maka penulis harus memastikan bahwa apa yang mereka tulis dapat dipahami tanpa bantuan lebih lanjut dari mereka. Ini adalah pengorganisasian kalimat kita menjadi teks, menjadi satu kesatuan yang koheren, yang sedetail mungkin sehingga penulis dapat berhasil berkomunikasi dengan pembaca melalui media tulisan.

Baca juga:   Tujuan Sekolah Optimal dengan Sehati

Masalah inilah yang sering dihadapi siswa ketika menulis. Mereka harus bisa menyampaikan informasi ke pada pembaca, sehingga diperlukan latihan untuk dapat membuat tulisan yang baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat diary harian. Dalam penulisan teks recount, diary dianggap sebagai salah satu media yang cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran teks recount karena diary dan recount text memiliki kemiripan struktur generiknya, menceritakan kembali kejadian masa lalu, dan menggunakan past tense. Selain itu juga dapat menjadi media menarik yang dapat digunakan untuk memotivasi siswa dalam menulis.

Dilihat dari menulis diary sebagai hal yang sederhana, hal ini dapat menjadi cara yang efektif untuk mengembangkan dan meningkatkan pemahaman yang baik serta membantu siswa dalam menuliskan pengalamannya dalam rutinitas kehidupan sehari-hari. Dengan melakukan tindakan menulis sesuatu secara rutin, siswa akan mengubahnya dari kegiatan yang membosankan dan tidak berhasil menjadi kegiatan yang nyaman dan familiar bagi mereka. Selain itu, Chanderasegaran (dikutip dalam Tuan, 2010:. 81) menyatakan bahwa menulis di luar kelas dapat menjadi alat yang berguna untuk meningkatkan keterampilan menulis. Salah satu tugasnya adalah berlatih menulis di rumah dengan membuat jurnal atau diary.

Baca juga:   The Role Of Physical Education In Sport And Healty dalam Meningkatkan Nilai Akademik

Selain itu, menulis diary diperkenalkan kepada siswa agar mereka terbiasa dengan proses menulis sehingga mereka terdorong untuk sering menulis sendiri. Dengan membuat diary, siswa akan mengembangkan keterampilan menulis mereka atau setidaknya mereka akan menulis lebih baik dari hari ke hari karena itu memberi mereka lebih banyak kesempatan untuk menulis dengan bebas apa pun yang ingin mereka tulis.

Seperti yang dikatakan Chickering dan Gamson dalam Tuan (2010: 82), bahwa memberikan siswa lebih banyak kesempatan untuk menulis apa yang relevan bagi mereka adalah “teknik belajar aktif”.
Selanjutnya adalah mengembangkan keterampilan menulis. Menulis buku harian berkontribusi pada peningkatan umum siswa seperti kefasihan menulis mereka. Kefasihan menulis mereka akan meningkat karena mereka menulis secara teratur dan menjadi lebih terbiasa. Menulis diary sering kali dapat membantu penulis untuk bertukar pikiran dan mendapatkan kembali ide-ide yang menghasilkan topik untuk tugas penulisan yang lebih rumit. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa menulis diary dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan menulis dan memotivasi mereka dalam menulis. (ti1/lis)

Guru Bahasa Inggris SMA N 1 Kajen Pekalongan

Author

Populer

Lainnya