Quantum Teaching Hidupkan Suasana Pembelajaran Matematika

Oleh : Rini Widiastuti

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Keberhasilan proses pembelajaran di kelas sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tingkat kerumitan konsep suatu materi tentu menjadi salah satu hambatan. Penulis sebagai guru mencoba mengidentifikasi hambatan-hambatan tersebut yang antara lain faktor suasana pembelajaran.

Suasana pembelajaran yang menyenangkan tanpa adanya tekanan dari manapun dapat membuat siswa nyaman dalam melakukan eksplorasi sehingga lebih mudah memahami suatu materi.

Dalam Bobbi Deporter (1999:41) menuliskan bahwa emosi positif dapat meningkatkan kekuatan otak, kebehasilan, dan kehormatan diri atau percaya diri serta memotivasi untuk melakukan pekerjaan berikutnya. Ketika siswa memiliki lingkungan yang cerah, nyaman, disapa secara pribadi, diajak bermain bersama siswa lain di dalam tim.

Mereka akan memiliki pengalaman pertama dengan perasaan saling memiliki. Seluruh pengalaman pertama akan menjadi hal yang menyenangkan dan membahagiakan. Penciptaan lingkungan secara fisik maupun mental bisa dimulai dari perabotan, jenis penataan, pencahayaan, musik, poster, gambar, termasuk suasana hati.

Berdasarkan pendapat tersebut penulis melaksanakan pembelajaran matematika materi peluang bagi peserta didik di kelas IX semester 1 SMP N 2 Getasan, Kabupaten Semarang. Sebelum pembelajaran dimulai, guru bersama peserta didik mengatur ruang kelas dengan pencahayaan lampu yang cukup terang, mendekorasi dinding ruang kelas, membuat pojok baca, menyediakan alat peraga. Mempersiapkan alunan musik, menempel poster yang berisi kata-kata motivasi: Aku Pasti Bisa, Aku Hebat, Aku Luar Biasa, dan sebagainya. Pada saat pembelajaran, guru melakukan pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut : guru membuka pelajaran dengan berdoa, menyampaikan salam, menyapa kabar peserta didik, menyampaikan tujuan pembelajaran, menekankan motivasi bahwa peserta didik pasti dapat memahami materi dengan baik, menyanyikan sebuah lagu secara bersama.

Baca juga:   Permainan Dadu dalam Pembelajaran Matematika

Pada kegiatan inti, guru menyampaikan langkah pembelajaran yaitu siswa mendengarkan alunan musik selama pembelajaran, penjelasan singkat tentang materi peluang, membagi LKS, alat peraga koin dan dadu. Peserta didik melakukan percobaan seperti petunjuk pada LKS, diskusi kelompok, memajang hasil diskusi di pojok baca sebagai karya, siswa melakukan kunjung karya, validasi dari guru kemudian melakukan perayaan bagi kelompok yang paling aktif.

Pada akhir peserta didik membuat kesimpulan hasil belajar, pemberian tugas rumah dan menyampaikan salam penutup. Peserta didik senantiasa kelihatan semangat, antusias dalam memperhatikan penjelasan guru. Semua siswa aktif bekerja sama dalam melakukan percobaan, mencatat hasil percobaan, menentukan titik sampel, ruang sampel, frekuensi relatif dari suatu percobaan pelemparan mata uang dan dadu. Semua siswa terlibat dalam membuat pajangan di pojok baca dan melakukan kunjung karya untuk membandingkan hasil diskusi kelompoknya dengan kelompok lain.

Pada saat ulangan harian semua peserta didik mengerjakan soal dengan tenang dan percaya diri. Pada pembelajaran berikutnya guru membahas konsep peluang empiris, peluang teoritik yang merupakan materi lanjutan. Semua siswa tampak lebih semangat, antusias, aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru maupun temannya dalam setiap tahap pembelajaran.

Baca juga:   Puzzle Pecahan Menarik Minat Belajar Siswa

Suasana pembelajaran tampak hidup dengan kegembiraan, semangat dan antusias semua peserta didik. Konsep peluang empiris, peluang teoritik juga dapat dikuasai dengan baik.

Pembelajaran matematika melalui Quantum Teaching membuat siswa tampak gembira tanpa tekanan apapun, mampu berkomunikasi bersama temannya, semangat dan antusias dalam setiap tahapan pembelajaran. Hal ini menjadikan suasana pembelajaran matematika menjadi hidup. Dengan kata lain ”Quantum Teaching hidupkan suasana pembelajaran matematika”. (bw2/lis)

Guru Matematika SMPN 2 Getasan

Author

Populer

Lainnya