Pembelajaran Praktik Produktif Sistem Rem dengan Metode TSS

Oleh: Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEGIATAN Belajar Mengajar (KBM) dalam jaringan (daring) masa pandemi Covid-19 akan segera berakhir sampai akhir Desember 2020. Banyak suka duka dalam melaksanakan KBM masa pandemi. Perlu dipikirkan pendekatan KBM yang tepat (Sumiati, 2008:12). Metode pembelajaran ini disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran. Sehingga suasana tatap maya ini tidak menjemukan peserta didik.

Semula metode Think Pair Share (TPS) dikembangkan oleh Spencer Kagan (1993) kemudian diadopsi menjadi Think Square Share atau TSS, yaitu dengan melibatkan peserta didik dalam me-review bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek atau memeriksa pemahaman mereka mengenai isi pelajaran tersebut.

Menurut Muslimin (2001:26), langkah dalam pendekatan TSS, yakni: Thinking (berpikir). Guru mengajukan pertanyaan berhubungan dengan pelajaran, kemudian peserta didik diminta untuk memikirkan pertanyaan tersebut secara mandiri untuk beberapa saat. Square (berempat). Guru meminta peserta didik berempat dengan peserta didik yang lain untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama. Interaksi pada tahap ini diharapkan dapat berbagi jawaban jika telah diajukan suatu pertanyaan atau berbagi ide jika suatu persoalan khusus telah diidentifikasi. Biasanya guru memberi waktu 4-5 menit untuk setiap pasangan sharing (berbagi).

Metode TSS dilaksanakan dengan guru menyajikan materi secara klasikal, kemudian diberikan persoalan kepada setiap peserta didik, dengan bekerja kelompok. Cara berpasangan empat-empat (Think-Square), dilanjutkan presentasi kelompok (share). Setelah TSS selesai dilaksanakan, peserta didik diberikan kuis individual (soal evaluasi) untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran. Juga untuk mengetahui efektif atau tidak TSS digunakan dalam pembelajaran praktik system rem. Hasil evaluasi diumumkan dan diberikan penghargaan (reward).

Baca juga:   Belajar Membuat Laporan Keuangan pada Dunia Usaha yang Nyata

Para peserta didik memiliki tanggung jawab bahwa semua anggota kelompoknya telah belajar materi dengan sungguh-sungguh. Tak seorangpun selesai belajar sampai semua anggota kelompoknya telah tuntas mempelajari materi. Bertanyalah kepada temanmu dalam kelompok sebelum bertanya kepada guru. Anggota kelompok boleh mendiskusikan materi dengan teman satu kelompok dengan suara yang tidak keras.

Aturan kelompok di atas dimaksudkan untuk membangun kebersamaan dan saling ketergantungan positif di antara mereka. Ada dua tahap dalam interaksi diskusi kelompok, yaitu pengajaran. Pada tahap ini guru menyajikan secara langsung tentang materi (konsep, keterampilan, dan kerja ilmiah) pelajaran. Tujuan pembelajaran khusus yang direncanakan dan tertulis harus dinyatakan dan digunakan sebagi rujukan untuk menentukan hakekat presentasi kelas dan studi kelompok pada tahap berikutnya.

Studi kelompok, merupakan tahapan paling penting, di mana masing-masing kelompok menuntaskan materi yang telah diberikan. Yang perlu diperhatikan dalam studi kelompok, antara lain, anggota kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan lembar kerja yang telah disiapkan dan guru perlu memeriksa bahwa setiap anggota kelompok dapat menjawab semua pertanyaan dalam lembar kerja.

Baca juga:   Microsoft Power Point untuk Pembelajaran Teknik Pengembangbiakan Ikan

Para peserta didik dapat mengatur kursinya, sehingga dapat saling berhadapan dalam kelompoknya. Masing-masing kelompok diberikan dua lembar kerja. Selama sesi kelompok inilah para peserta didik akan saling belajar dan mengajari temannya. Tiap peserta didik diminta menjelaskan jawabannya kepada teman sekelompoknya. Guru berkeliling dari kelompok satu ke kelompok yang lain sambil mengajukan pertanyaan dan mendorong para peserta didik untuk menjelaskan jawabannya. Ulangan atau tes, guru menyelenggarakan ulangan atau tes untuk mengukur.

Penulis menerapkan metode TSS ini untuk materi/kompetensi sistem rem kendaraan ringan otomotif di SMK Negeri 4 Kendal. Materi ini disusun berdasarkan standar isi dan kompetensi, yaitu materi pokok sistem rem, yang meliputi memahami dan memeriksa sistem rem. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) materi ini, peserta didik mampu merawat dan memelihara sistem rem, dengan tujuan dapat memeriksa dan menganalisa kerusakan sistem rem. Dengan menggunakan model TSS, siswa mengalamai peningkatan hasil belajar. Ditunjukkan peserta didik secara umum dari semula biasa, menjadi antusias. Juga meningkat skor aktivitas dari berbagai aspek. Hal ini menunjukkan hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. (*/zal)

Guru SMK Negeri 4 Kendal

Author

Populer

Lainnya