Project Based Learning, Trik Ampuh atasi Kebosanan PJJ

Oleh: Suhartini, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI covid-19 terus berkepanjangan hingga saat ini menyebabkan lumpuhnya aktivitas pembelajaran. Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan hingga saat ini menunjukkan adanya minat siswa menurun terhadap pembelajaran. Dari data yang diperoleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, siswa mulai bosan dengan pola pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh hanya sekedar mengerjakan tugas dan menyerahkan tugas tersebut. Apalagi tidak pernah bertatap muka dengan gurunya. Pada akhirnya tugas-tugas banyak yang menumpuk dan terbengkalai. Pembelajaran yang searah membuat pembelajaran tidak menarik dan seringkali membosankan. Metode yang dibuat guru hanya metode luar jaringan (luring) melalui grup WA saja.

Keadaan ini membuat guru sebagai penggerak roda pendidikan harus berinovasi. Banyak masalah yang ditemui siswa di rumah. Masalah ini harus ditindaklanjuti dengan mengintegrasikan pembelajaran. Project Based Learning merupakan solusi untuk mengatasi kebosanan siswa dalam mengerjakan tugas dari guru.
Menurut Goodman dan Stivers (2010) mendefinisikan Project Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok. Menurut Afriana (2015), pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Pengalaman belajar peserta didik maupun konsep dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek.

Baca juga:   Memantapkan Pluralisme di Sekolah

Adapun langkah-langkah Project Based Learning yang diterapkan di SD 02 Jolotigo Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan, pertama guru membuka pelajaran dengan suatu pertanyaan menantang dalam grup WA. kedua guru dan siswa merencanakan proyek yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan, selanjutnya guru bersama siswa menyusun jadwal aktivitas kesepakatan waktu proyek berlangsung. Langkah keempat guru mengawasi jalannya proyek dengan memberikan pertanyaan di grup WA. Langkah kelima guru melakukan penilaian penilaian terhadap produk yang dihasilkan. Dan terakhir guru mengevaluasi proses dan hasil proyek tersebut.

Pada pembelajaran Project Based Learning, siswa cenderung aktif dalam berkarya, dan mampu menyelesaikan tugas proyek yang harus dikerjakan. Walaupun tidak semua siswa mengerjakan dengan baik, namun sebagai guru perlu memberikan penghargaan kepada hasil kerja siswa.

Keunggulan penerapan model project based learning yaitu: meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu dihargai; meningkatkan kemampuan pemecahan masalah; membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks; meningkatkan kolaborasi; mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi; meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber; memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas; menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang berkembang sesuai dunia nyata; melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata; membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran” Melalui penjelasan di atas, untuk mengurangi kebosanan makan ada baiknya kita menggunakan metode Problem Based Learning. Terbukti problem based learning membuat siswa yang bosan menjadi tertantang untuk melakukan proyek. (bp2/zal)

Baca juga:   Efektivitas Pentablet dalam PJJ Konsep Hukum Newton

Guru SDN 02 Jolotigo, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya