Pembelajaran Tutor Sebaya pada Materi Perlindungan dan Penegakan HAM

Oleh : Nuryati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tutor sebaya adalah seseorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk oleh guru sebagai pembantu guru dalam melakukan bimbingan terhadap teman sekelas. Dengan model pembelajaran tutor sebaya akan membantu siswa yang nilainya di bawah KKM atau kurang cepat menerima pelajaran dari guru di antara mata pelajaran. Tutor dapat diterima (disetujui) oleh siswa yang mendapat program perbaikan sehingga siswa tidak mempunyai rasa takut atau enggan bertanya kepadanya. Tutor dapat menerangkan bahan perbaikanan yang dibutuhkan siswa dalam menerima program perbaikan. Tutor mempunyai daya kreativitas yang cukup untuk memberikan bimbingan, yaitu dapat menerangkan pelajaran kepada kawan (Arikunto, S. 2006).

Pembelajaran dengan model tutor sebaya sangat membantu siswa yang tadinya takut bertanya, menjadi berani bertanya. Yang tadi kurang paham menjadi lebih paham akan materi Perlindungan dan Penegakan HAM. Hal itu karena anak merasa bahwa yang ditanyai adalah teman sendiri yang yang sudah biasa bersama mereka.

Langkah pertama, guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4 anak tiap kelompoknya. Anak-anak secara otomatis mencari tempat untuk berkumpul dengan kelompoknya dan mendekat kepada teman yang mereka anggap pintar dalam kelompoknya. Di setiap kelompok terdapat minimal 1 siswa yang cepat dapat menguasai materi. Kemudian guru memberikan sedikit gambaran tentang Hak Asasi Manusia.

Baca juga:   Melawan Alasan Tak Menulis

Anak-anak kelas 7 D SMP Negeri 5 Sragi sangat antusias mengikuti pembelajaran bersama dalam kelompok kelompok kecil. Mereka segera membuka buku mereka dan membacanya bersama teman-teman kelompoknya. Ada beberapa anak yang biasanya tidak pernah bertanya, kali ini sering bertanya kepada teman yang mereka anggap pintar. Ada pula yang biasanya malas membaca, karena terbawa oleh teman dalam kelompoknya akhirnya ikut membaca. Bahkan ada seorang anak yang tidak mau lepas dari teman yang mereka anggap dapat membantunya nanti dalam menjawab soal – soal materi Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam materi Perlindungan dan Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), anak-anak tidak segan bertanya tentang contoh-contoh HAM, jenis jenis HAM bahkan sampai sejarah perjuangan Hak Asasi Manusia di dunia ataupun di Indonesia. Mereka terus berdiskusi dengan teman yang mereka anggap sudah paham.

Setelah mereka berdiskusi dan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang diberikan guru, mereka ahahirnya berani mempresentasikan apa yang sudah mereka pelajari dan mereka kerjakan. Dengan motivasi yang diberikan guru dan dorongan dari teman kelompoknya yang mereka anggap pintar, akhirnya bisa terlihat anak-anak yang tadinya acuh dalam pelajaran berani mempresentasikan hasil pekerjaanya. Mereka berani karena paham dan merasa bisa dalam materi HAM tersebut. Di akhir pembelajaran guru menjelaskan beberapa yang masih kurang yang dipaparkan siswa dalam pembelajaran model tutor sebaya.

Baca juga:   Urgensi Pembelajaran PPKn terhadap Pendidikan Karakter Anak di Sekolah

Dalam pembelajaran ini dapat diambil kesimpulan bahwa dengan model tutor sebaya, meningkatkan pemahaman siswa pada materi Perlindungan dan Penegakan HAM. Anak-anak yang semula tidak paham karena malu bertanya, kemudian menjadi paham karena mereka dapat bertanya kepada teman yang mereka anggap lebih paham dalam kelompoknya. (bp2/ton)

Guru PPKn SMP Negeri 5 Sragi Pekalongan

Author

Populer

Lainnya