Optimalkan Kemitraan Orang Tua dalam Pendampingan Belajar Dari Rumah

Oleh : Ike Maristya KW S.Psi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR dari rumah (BDR) merupakan program pemerintah dalam dunia pendidikan di musim pandemi Covid-19. Berbagai cara dilakukan pemerintah agar bidang pendidikan tetap berjalan walaupun keadaan tidak baik. Salah satu program pemerintah yang dilakukan untuk bidang pendidikan yaitu melaksanakan belajar dari rumah dimana pemerintah mengharuskan siswa mengikuti pembelajaran dari rumah dengan tetap dibimbing oleh guru dari jarak jauh. Tujuan pelaksanaan belajar dari rumah adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona di Indonesia dan melakukan pembatasan fisik (Physical Distancing) di segala sektor.

Namun tidak sedikit pelaksanaan kegiatan ini banyak menimbulkan permasalahan terutama bagi orang tua siswa. Penafsiran yang salah mengenai makna belajar dari rumah menjadi momok bagi sebagian orang. Orang tua siswa merasa kerepotan dengan tugas yang diberikan guru kepada siswa sehingga menimbulkan penilaian negatif terhadap pelaksanaan kegiatan BDR. Pihak sekolah terkesan mengganti proses pembelajaran dari kelas ke rumah. Materi dan tugas diberikan melalui daring atau secara online.

Permasalahan ini juga terjadi pada orang tua siswa di SMP Negeri 1 Karangdadap. Sebagian orang tua merasa keberatan dengan membelikan kuota untuk anak mereka mengikuti pembelajaran daring. Penggunaan kuota tersebut tidak disertai pendampingan orang tua sehingga kuota akan cepat habis sebelum batas waktunya untuk aktivitas lain selain pembelajaran seperti bermain game online atau membuka aplikasi media sosial yang lain.

Baca juga:   Mudah Pahami Operasi Hitung Campuran dengan Metode Drill

Untuk mengatasi masalah tersebut maka tindakan yang dilakukan di sekolah dengan cara mengoptimalkan kemitraan orang tua siswa dengan sekolah melalui guru bimbingan konseling. Kemitraan menurut KBBI adalah perihal hubungan (jalinan kerja sama dan sebagainya) sebagai mitra. Pihak sekolah melalui guru bimbingan konseling menghadirkan orang tua siswa dengan siswa untuk diberikan edukasi dan panduan bagi orang tua dalam membantu mendampingi kegiatan anak yang berbasis pada kebutuhan anak selama pandemi dan BDR.

Tujuan pihak sekolah adalah untuk membangun kerjasama dan kepedulian orang tua dalam mensukseskan program pemerintah melalui kegiatan belajar dari rumah. Orang tua diharapkan ikut bertanggung jawab dan melaksanakan perannya sebagai pembimbing, pendidik dan pengawas bagi anak-anak mereka selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Selain itu orang tua diharuskan untuk menjaga dan memastikan anak untuk selalu menerapkan hidup bersih dan sehat, mendampingi anak dalam mengerjakan tugas sekolah, melakukan kegiatan bersama selama di rumah, menciptakan lingkungan yang nyaman untuk anak, menjalin komunikasi yang intens dengan anak, mencurahkan rasa kasih sayang, bermain bersama anak, menjadi contoh bagi anak, memotivasi anak, dan memberikan pendidikan tentang keagamaan.

Baca juga:   Etnosains, Kearifan Lokal dan Budaya Dalam Pembelajaran Sains

Dengan mengoptimalkan kemitraan orang tua siswa dengan pihak sekolah diharapkan banyak membawa perubahan terhadap pelaksanaan belajar dari rumah yang dilakukan oleh siswa. Kepedulian orang tua terhadap kesuksesan program sekolah sangatlah diperlukan sehingga akan berdampak positif terhadap kesuksesan program pemerintah. Kegiatan optimalisasi kemitraan orang tua dengan sekolah ini akan dievaluasi dan dilaksanakan secara berkala. (bp2/ida)

Guru Bimbingan Konseling SMPN 1 Karangdadap

Author

Populer

Lainnya