Metode Demonstrasi Berbantuan LK Tingkatkan Pemahaman Materi Pemuaian Zat Padat

Oleh : Sri Anisyah, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, IPA merupakan suatu rangkaian konsep yang saling berkaitan dengan bagan-bagan konsep yang telah berkembang sebagai suatu hasil eksperimen dan observasi. Selanjutnya akan bermanfaat untuk eksperimentasi dan observasi lebih lanjut.

Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Untuk meningkatkan pemahaman akademik siswa dibutuhkan strategi pembelajaran dengan mempertimbangkan keadaan siswa, sekolah dan lingkungan belajar.

Berbagai metode dapat dikembangkan dan digunakan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran adalah cara dalam menyajikan (menguraikan materi, memberi contoh dan memberi latihan) isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu (Asep Herry Heriawan dalam Nandabila’s blog; 2009).

Ada berbagai metode pembelajaran yang biasa digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran, yaitu metode ceramah, demonstrasi, diskusi, permainan dan sebagainya. Salah satu metode yang dipilih untuk menyampaikan materi pemuaian zat padat di SMP Negeri 1 Wonopringgo adalah demonstrasi.

Hal ini karena dapat mendorong siswa untuk aktif dan kreatif, mengingat untuk lebih memahami materi ini siswa membutuhkan pengalaman langsung yang dapat diamati sementara alat untuk percobaan atau eksperimen terbatas.

Tujuan pengajaran menggunakan metode demonstrasi untuk memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi ajar, cara pencapaiannya dan kemudahan untuk dipahami oleh siswa dalam pengajaran di kelas. Untuk lebih terarah diperlukan lembar kerja (LK) bagi siswa sehingga apa yang menjadi tujuan dari pembelajaran dapat tercapai.

Baca juga:   Joyful Learning dalam Pembelajaran IPA

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan. Baik secara langsung maupun melalui media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Muhibbin Syah, dalam Nandabila’s blog).

Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran (Syaifudin Bahri Djamarah, 2000).
Fungsi metode demonstrasi memberikan gambaran dengan jelas dan pengertian yang konkret dalam suatu proses atau keterampilan dalam mempelajari konsep ilmu dari pada dengan mendengar penjelasan atau keterangan lisan dari guru. Menunjukkan dengan jelas langkah-langkah suatu proses atau keterampilan, lebih mudah dan efisien waktu dibandingkan dengan penyampaian secara langsung atau yang sering disebut sebagai metode ceramah.

Karena biasanya murid-murid lebih bisa memahami dan mengamatinya secara langsung dari penjelasan yang panjang tanpa adanya praktik, memberikan kesempatan dan sekaligus melatih murid-murid untuk mengamati sesuatu itu dengan cermat. Melatih murid-murid untuk mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang ada pada benak mereka dengan singkat dan mudah untuk dipahami.
Dalam penggunaan metode ini guru menjadi demonstrator dan bisa juga orang lain atau siswa yang ahli dalam bidang pelajaran itu. Metode ini menggugah rasa ingin tahu siswa dan rangsangan visual siswa. Dalam menerapkan metode demonstrasi dibantu menggunakan lembar kerja (LK) yang berfungsi mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Agar metode demonstrasi dapat menjadi PAKEM, guru harus : merumuskan keterampilan yang diharapkan akan dicapai oleh siswa setelah demonstrasi dilakukan. Mencoba alat-alat yang akan digunakan dalam demonstrasi supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal, memperkirakan jumlah siswa apakah memungkinkan diadakan metode demonstrasi.

Baca juga:   Pembelajaran IPA Rantai Makanan dengan Strategi Mengajar Linguistik Presentasi

Kegiatan pembelajaran materi pemuaian zat padat di SMP Negeri 1 Wonopringgo menggunakan metode demonstrasi berbantuan lembar kerja (LK) memberikan manfaat antara lain perhatian siswa lebih dipusatkan, proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari. Mendorong siswa aktif dan kreatif. Siswa lebih dapat memahami materi serta dapat memberikan pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran yang lebih melekat dalam diri siswa. (bp2/lis)

Guru IPA SMP Negeri 1 Wonopringgo

Author

Populer

Lainnya