Dengan Means Ends Analysis, Hasil Belajar Matematika Jadi Fantastis

Oleh: Ali Basuki, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BANYAK siswa kurang berhasil dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran matematika. Siswa yang prestasi belajarnya rendah dan selalu diam di dalam kelas ketika proses pembelajaran berlangsung, baik ketika mendengarkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran akan menimbulkan permasalahan. Siswa yang selalu diam bisa menimbulkan multitafsir bagi guru. Mungkin siswa itu sudah menguasai konsep yang disampaikan guru, belum mengetahui konsep yang disampaikan guru, atau siswa diam karena tidak berani mengemukakan pendapat. Apabila siswa dapat membiasakan mengemukakan pendapat dan mempunyai keberanian untuk berbicara dalam proses pembelajaran akan membantu guru dalam mewujudkan tujuan pembelajaran.

Setiap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa tentu mempunyai tujuan yang disebut tujuan pembelajaran, terlebih guru yang melaksanakan pembelajaran, harus berorientasi pada tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan (Supraptono:2016). Oleh karena itu, seorang guru dituntut untuk memilih dengan tepat metode, teknik, maupun model pembelajaran yang relevan agar tujuan pembelajaran bisa tercapai secara maksimal. Ketepatan memilih sebuah model juga akan sangat berpengaruh pada cara berpikir siswa dan keberhasilan belajar siswa.

Banyak model atau strategi pembelajaran yang dipilih oleh guru dalam upaya untuk belajar secara berkelompok. Keberagaman tingkat intelegensi siswa yang tidak merata, sosial ekonomi orang tua siswa yang homogen menjadi salah satu hambatan dalam ketercapaian proses pembelajaran. Keberagaman tersebut bukan berarti rencana pembelajaran menjadi terhambat, melainkan harus diupayakan dan dicari solusi yang cerdas agar tujuan pembelajaran menjadi optimal. Dengan demikian kekurangan siswa dan latar belakang sosial ekonomi orang tua justru menambah semangat dan gairah guru dalam tugas kesehariannya. Maka usaha yang dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran kooperatif .

Baca juga:   Asyik Menulis Descriptive Text dengan Write Around

Model pembelajaran yang dipilih di kelas IX H SMP Negeri 1 Kesesi pada materi perpangkatan dan bentuk akar yaitu Means – Ends Analysis (MEA). Inovasi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Means – Ends Analysis (MEA) dapat mendorong siswa untuk bisa belajar secara berkelompok. Lebih lanjut Muhamad Nur (1999) menjelaskan Means – Ends Analysis (MEA), dapat diterjemahkan sebagai model pembelajaran kooperatif untuk pengelompokan yang melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota. Inti kegiatan dalam Means-Ends Analysis (MEA) adalah tim/kelompok sebagai berikut: mengajar: guru mempresentasikan materi pembelajaran, belajar dalam tim: siswa belajar melalui kegiatan kerja dalam tim mereka dengan dipandu oleh lembar kerja siswa, untuk menuntaskan materi pelajaran, pemberian kuis: siswa mengerjakan kuis secara individual dan siswa tidak boleh bekerja sama, penghargaan: pemberian penghargaan kepada siswa yang memperoleh skor tertinggi dalam kuis.

Means Ends Analysis juga merupakan sebuah strategi penyelesaian masalah yang mendorong identifikasi tujuan yang akan dicapai, situasi saat ini, dan apa yang perlu dilakukan untuk mengurangi perbedaan antara kedua kondisi tersebut (Robert E. Slavin:2011).

Baca juga:   Metode CIRC Tingkatkan Hasil Belajar Bilangan Berpangkat

Tujuan penerapan model pembelajaran MEA adalah untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa SMP Negeri 1 Kesesi pada pelajaran matematika. Selain itu, model pembelajaran MEA juga digunakan untuk meningkatkan keberanian mengemukakan pendapat bagi siswa pada proses pembelajaran dalam sebuah kelompok kecil, sehingga muncul keberanian sedikit demi sedikit, yang pada akhirnya akan tumbuh semangat percaya diri yang tinggi. Model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) sangat tepat apabila digunakan untuk penyampaian materi pelajaran dengan diskusi. Digunakan pula untuk mengajarkan keterampilan sosial, karena dengan model ini dapat membantu siswa untuk kebersamaan, kekeluargaan, berani mengemukakan pendapat, dan menghindari siswa mendominasi pembicaraan.
Berdasarkan hasil kuis dan penilaian harian setelah diterapkan model pembelajaran MEA tersebut di kelas IX H SMP Negeri 1 Kesesi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan yang signifikan, rata- rata kelas meningkat bahkan mengalami ketuntasan seratus persen serta dapat meningkatkan aktivitas belajar dan rasa percaya diri siswa. (bp1/zal)

Guru Matematika SMPN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya