Tingkatkan Pembelajaran IPA dengan Metode Demonstrasi

Oleh : Fatimah, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PROSES pembelajaran memerlukan metode yang sesuai sehingga materi pelajaran lebih dipahami oleh peserta didik. Pendidik harus jeli dalam memilih metode pembelajaran yang tepat. Metode yang dipilih harus sesuai dengan karakteristik materi pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik. Hal ini yang menjadi pertimbangan Pendidik dalam memilih metode dari berbagai metode pembelajaran yang sudah sangat beragam.

Hal serupa juga penulis alami pada pemilihan metode pembelajaran untuk penyampaian materi Tema III “Tokoh dan Penemuan”, Sub Tema I ” Penemu yang Mengubah Dunia pada Mata Pelajaran IPA kelas VI di MIS Plosowangi. Kompetensi Dasar materi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada tema dan sub tema tersebut adalah 3.4. Mengidentifikasi komponen-komponen listrik dan fungsinya dalam rangkaian listrik sederhana, dan KD 4.4 melakukan percobaan rangkaian listrik sederhana secara seri dan paralel. Dari berbagai metode yang ada, penulis memilih metode Demonstrasi sebagai alternatif penyampaian materi tersebut.

Metode Demonstrasi adalah metode pembelajaran yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik. ( Ismail SM,2008:20). Dari pengertian tersebut maka metode demonstrasi masih sangat diperlukan dalam proses kegiatan pembelajaran yang memerlukan peragaan dalam menambah pemahaman materi pembelajaran tersebut. Karena materi rangkaian listrik dapat lebih dipahami dan diingat oleh siswa jika disampaiakan secara konkrit.

Baca juga:   Belajar Penjasorkes Dinamis dan Interaktif dengan Sway

Sebelum kita melaksanakan pembelajaran menggunakan metode demonstrasi perlu kita perhatikan kelebihan dan kelemahan metode demonstrasi. Kelebihan metode demonstrasi menurut Wina Sanjaya dalam buku Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Pembelajaran Proses, menerangkan bahwa kelebihan dari metode demonstrasi yaitu: melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari. Proses pembelajaran akan lebih menarik. Siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.

Sedangkan kelemahan metode demonstrasi adalah : Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang matang. Memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai serta memerlukan biaya. Memerlukan kemampuan dan keterampilan guru, sehingga guru dituntut lebih professional. (Wina Sanjaya, 2008: 153-154).

Berkaca dari uraian di atas, sebelum melaksanakan proses kegiatan pembelajaran materi rangkaian listrik dengan metode demonstrasi, pendidik perlu mempersiapkan dengan matang. Pendidik harus menguasai materi pelajaran dan mempersiapkan alat peraga atau sarana demonstrasi dengan baik, sehingga proses demonstrasi berlangsung dengan lancar. Setelah memberi pengetahuan mengenai materi rangkaian listrik sederhana kepada peserta didik, pendidik memberikan informasi kepada anak didik untuk aktif dalam proses demonstrasi. Pendidik memberi contoh atau mendemostrasikan materi terlebih dahulu, selanjutnya menunjuk beberapa anak didik atau satu persatu anak didik untuk mendemonstrasikan materi tersebut. Pendidik membimbing dan member arahan selama proses demonstrasi serta mengoreksi jika peserta didik mengalami kesalahan atau kekeliruan dalam saat mendemonstrasikan materi.

Baca juga:   Metode Demonstrasi dapat Meningkatkan Motivasi Belajar Materi Procedure Text

Ternyata dengan metode demonstrasi, mampu menarik minat dan antusias peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran yang dilakukan pendidik. Mereka mendapatkan pengalaman pembelajaran secara konkrit, dan melakukan pembelajaran secara langsung. Selain itu perhatian siswa lebih fokus pada proses pembelajaran sehingga pemahaman siswa terhadap materi lebih meningkat. Dibawah bimbingan guru, siswa juga dapat saling mengoreksi proses demonstrasi yang dilakukan oleh temannya, sehingga terjadi interaksi aktif antara guru dengan siswa, serta siswa dengan siswa. Melalui metode ini siswa juga mendapat pengalaman belajar yang sesuai dengan pendapat Bloom yaitu mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomorik secara bersamaan. (pai1/zal)

Guru MI Salafiyah Plosowangi, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya