Pemanfaatan Aplikasi Pembelajaran Tingkatkan Kebugaran Jasmani Siswa di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Ali Mahmud, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Satu kekhawatiran besar di masa pandemi ini adalah tingkat kebugaran siswa. Dengan belajar dari rumah siswa tetap bisa menjaga ranah afektif dan kognitif mereka untuk tetap berkembang, tetapi bagaimana dengan psikomotor dan pertumbuhan tubuh mereka? Setiap anak sangat membutuhkan aktivitas gerak yang rutin dan teratur untuk pertumbuhan dan kebugaran jasmani.
Siswa yang bugar jasmaninya terbukti bisa lebih fokus dan teliti dalam mengerjakan soal atau tugas-tugas sekolah. Kebugaran jasmani merupakan kondisi jasmani yang dapat menggambarkan kemampuan jasmani seseorang untuk dapat melakukan suatu pekerjaan tertentu dengan baik tanpa mengakibatkan kelelahan (Widiastuti, 2015). Orang yang bugar biasanya lebih ceria dan tidak gampang mengalami stres atau depresi.

Sadoso (1989:9) juga berpendapat pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap, mental, emosional, spritual dan sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat.

Hal yang juga sangat dibutuhkan oleh setiap anak. Apa yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi masalah ini? Sebagai guru PJOK di SMA Negeri 3 Slawi, itu merupakan pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab. Di masa pandemi ini setiap guru penjas dituntut lebih aktif dan inovatif dalam menyampaikan materi.

Tuntutan tanggap teknologi tidak bisa ditawar, karena dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) setiap guru dituntut menguasai berbagai macam sarana dan prasarana teknologi untuk tetap mengajar.
Bukan hanya itu, masalah terbesar menurut pengalaman penulis mengajar PJOK secara online adalah bagaimana kita bisa memotivasi setiap siswa untuk mau berolahraga secara rutin dan teratur. Penulis yakin cara hidup sehat dan bugar adalah salah satu materi pokok yang diajarkan oleh setiap guru PJOK di masa pandemi ini, tetapi apakah kita yakin bahwa siswa akan melakukan setiap instruksi dan arahan akan hidup sehat dan bugar yang sudah kita berikan?

Baca juga:   Jurus Jitu Tetap Gerak dengan Peluru Kertas

World Health Organization (WHO) melaporkan 80 persen anak usia sekolah yang berusia 11-17 tahun dinyatakan kurang aktif bergerak dan berolahraga (dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid (klikdokter.com (2020)). Dalam hal ini semua guru tidak bisa bekerja sendiri, peran serta orangtua amat sangat dibutuhkan untuk membantu. Dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini, hanya orangtua yang bisa memantau anak mereka dalam proses belajar sehari-hari.

Kebugaran jasmani merupakan suatu hal yang penting dimiliki oleh setiap orang. Dengan jasmani yang bugar kita dapat melakukan segala aktivitas dengan baik tanpa merasakan kelelahan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup kita dikemudian hari.

Di masa pandemi ini kesehatan dan kebugaran bisa menjadi sebuah masalah. Semua aktivitas yang biasa kita lakukan seperti berangkat kerja, pergi ke sekolah maupun berbelanja ke pasar hampir susah untuk kita lakukan. Padahal aktivitas itu semua memerlukan kerja gerak tubuh yang baik untuk kebugaran jasmani kita walaupun hanya dengan berjalan kaki saja. Sementara sekarang kita lebih banyak melakukan semuanya dari rumah, bekerja dari rumah, belajar dari rumah sampai berbelanja pun dari rumah.

Baca juga:   Guru Inovatif Tingkatkan Potensi Olahraga Siswa SD selama PJJ

Dengan lebih banyak diam di rumah setiap orang memiliki kecenderungan untuk bermalas-malasan atau sedikit melakukan aktivitas gerak. Orangtua berperan sangat besar untuk kelangsungan hidup anak-anak mereka. Bahkan lebih besar lagi dibandingkan dengan masa sebelum pandemi. Semua yang anak-anak lakukan bisa terlihat setiap saat selama proses belajar di rumah ini berlangsung. Dari pagi hari waktu bangun tidur hingga malam hari waktu mau tidur.

Selama pandemi masih berlangsung ayah dan ibu bisa mengontrol anak-anak 24 jam nonstop. Di sinilah saatnya orangtua memberikan contoh yang baik untuk anak-anak. Saat orangtua bisa menjadi model positif untuk anak-anak.

Maka, setiap orang tua diharapkan lebih aktif dalam mendampingi aktivitas anak-anak sehari-hari. Orangtua juga diharapkan tidak hanya bisa memerintah tetapi juga ikut belajar bersama anak-anak guna membantu kinerja guru dalam kegiatan belajar dan mengajar di rumah. (pai2/lis)

Guru PJOK SMA Negeri 3 Slawi, Kabupaten Tegal

Author

Populer

Lainnya