Belajar Statistika Asyik dengan Data Nyata di Sekitar Kita

Oleh: Urip Pujiono, S.Si.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu cabang matematika adalah statistika. Statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang statistik. Statistik diambil dari bahasa Latin yaitu “status” yang berarti negara, maka statistika berarti keterangan-keterangan yang dibutuhkan negara dan berguna bagi negara. Menurut Ir. M. Iqbal Hasan, M.M. mengemukakan statistik sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang tatacara pengumpulan data, pengolahan data, penganalisaan, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari suatu data dalam bentuk angka-angka. Intinya adalah statistik identik dengan data.

Materi Statistik diberikan di kelas XII pada mata pelajaran matematika wajib. Statistika yang identik dengan data mengharuskan peserta didik untuk bisa memahami data mulai dari cara pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Materi ini dirasakan cukup membosankan bagi sebagian peserta didik. Apalagi jika data yang dijadikan obyek belajar adalah data yang kurang menarik bagi peserta didik. Data yang diamati adalah data yang tidak “familiar”, terlalu ribet sehingga perlu kerja ekstra keras untuk dapat memahaminya. Oleh karena itu perlu dicari solusi atau alternatif yang tepat agar dapat meningkatkan ketertarikan peserta didik pada materi tersebut. Salah satu cara yang dilakukan peserta didik di MA Subhanah Subah Batang yaitu dengan mengambil data yang sedang up date dan ada di sekitar tempat tinggal peserta didik, seperti hasil Pilkades Serentak di Kabupaten Batang.

Baca juga:   Dampingi Siswa Paud saat Belajar di Rumah dengan Grup Kelas Orang Tua

Langkah-langkah yang dilakukan, pertama, peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok, dalam hal ini 15 kelompok (sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Batang). Sehingga setiap kelasnya mendapat jatah untuk 5 kecamatan. Setiap kelompok terdiri atas 4-5 orang. Kedua, memilih kecamatan yang akan diteliti dengan cara undian. Ketiga, setiap kelompok mengolah dan menganalisis data hasil pilkades. Keempat, membuat diagram batang/ histogram, menghitung rata-rata, modus, dan menghitung prosentase partisipasi masyarakat dalam proses pilkades. Kelima, setiap kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru secara tertulis seputar hasil Pilkades di Kabupaten Batang. Adapun data hasil Pilkades serentak diperoleh dari laman KPUD Kabupaten Batang.

Setelah peserta didik menyelesaikan diskusi bersama kelompoknya, dilanjutkan dengan menyampaikan hasil diskusi di depan kelas yang kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya. Di sinilah tampak peserta didik sangat antusias dalam menanggapi analisis dari kelompok yang sedang mempresentasikan hasil diskusinya. Tak jarang terjadi adu pendapat yang agak panas karena akan terlihat desa mana saja yang tingkat partisipasi pemilih yang rendah maupun tinggi. Hal ini tidak terlepas karena data yang diamati adalah data yang ada di sekitar tempat tinggal peserta didik atau bahkan mungkin data yang diamati adalah data hasil pilkades dimana peserta didik itu tinggal.

Baca juga:   Metode Make a Match untuk Meningkatkan Motivasi Belajar PKn

Secara tidak langsung keuntungan belajar Statistika dengan data nyata di sekitar tempat tinggal peserta didik adalah pertama peserta didik menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran statistika, kedua melatih kepekaan peserta didik akan situasi dan kondisi di sekitarnya dalam hal ini adalah kepekaan pada pelaksanaan pilkades di wilayahnya. Harapan lainnya adalah peserta didik dapat menjadi penggerak dan motor dalam pelaksanaan pesta demokrasi di masa yang akan datang. (pai1/zal)

Guru Matematika MA Subhanah Subah Batang

Author

Populer

Lainnya