Mudah Belajar Adverb of Frequency melalui Never Have I Ever

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar tentang rutinitas sehari-hari dalam bahasa Inggris tak lepas dari adverb of frequency. Pada materi pembelajaran ini, penggunaan adverb of frequency sangatlah penting. Dengan menggunakan adverb jenis ini, siswa sebagai pembicara maupun penulis akan memberi tahu pendengar maupun pembaca mengenai seberapa banyak atau frekuensi siswa dalam melakukan sebuah tindakan atau rutinitas yang mereka lakukan.

Dalam tujuan pembelajaran pada materi ini, siswa diharapkan dapat mempergunakan adverb of frequency dalam sebuah kalimat secara tepat. Tapi, siswa merasa kesulitan. Siswa sering membuat kesalahan dalam menyusun kalimat-kalimat tersebut. Selain itu, teknik pembelajaran yang diterapkan oleh guru masih berpusat pada guru sepenuhnya. Guru menjelaskan materi pembelajaran.
Siswa duduk dan mendengarkan semua penjelasan guru. Guru memberi latihan tertulis. Siswa mengerjakan. Guru menilai pekerjaan siswa. Jadi, siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Ini sangat berpengaruh pada hasil akhir penilaian siswa.

Melchor Bernardo dalam artikelnya yang berjudul 30 Get to Know You Games for Kids, menyatakan ada sebuah teknik permainan yang dapat diterapkan dalam materi pembelajaran ini. Teknik permainan itu bernama Never Have I Ever. Melalui teknik ini, siswa dapat aktif dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hasil akhir penilaian pun akan meningkat dibandingkan dengan menggunakan teknik pembelajaran lama.

Baca juga:   Asyik Mengikuti Layanan Informasi Menggunakan Media Film

Adapun langkah-langkah pada pembelajaran ini, pertama, guru menjelaskan materi pembelajaran tentang rutinitas sehari-hari dan unsur-unsur penunjang kalimat yang akan dipakai siswa, terutama adverb of frequency.

Kedua, guru meminta siswa untuk membentuk kelompok kerja. Jumlah setiap kelompok tergantung dengan jumlah seluruh siswa. Misal, ada 30 siswa, maka dapat dibagi menjadi 2 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 15 siswa.

Ketiga, siswa dalam setiap kelompok dapat membuat lingkaran. Mereka duduk melingkar dan saling berhadapan satu dengan yang lain. Keempat, setiap siswa dalam kelompok menampakkan sepuluh jari mereka masing-masing. Kemudian, salah satu siswa mengatakan hal yang tidak pernah ia lakukan. Misal, I never eat bread. Maka, siswa yang pernah melakukan hal tersebut dapat melipat salah satu jari. Ganti dengan siswa yang lain. Siswa berikutnya mengatakan hal yang tidak pernah ia lakukan. Misal, I never drink coffee. Siswa yang pernah melakukan hal tersebut dapat melipat jari mereka kembali. Begitu seterusnya. Siswa yang tidak melipat kesepuluh jari mereka, siswa tersebut menjadi pemenang pada permainan ini.

Baca juga:   Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi dengan Online Learning

Kelima, guru dan siswa melakukan evaluasi bersama. Jika ada hal yang siswa belum pahami, siswa dapat bertanya kepada guru.

Keenam, guru meminta siswa untuk menuliskan rutinitas mereka dengan menggunakan adverb of frequency.

Ketujuh, guru meminta siswa maju ke depan kelas untuk presentasi. Ini tergantung kebijakan guru. Guru dapat meminta perwakilan kelompok atau beberapa siswa secara individu.

Pembelajaran tentang rutinitas sehari-hari, baik lisan maupun tertulis dapat dilakukan dengan menggunakan teknik permainan ini. Teknik ini telah diterapkan pada siswa kelas 7 semester 1 di SMP Negeri 3 Patebon. Dengan menerapkan teknik permainan ini, hasil akhir penilaian siswa, baik lisan maupun tulis dapat meningkat. (fbs2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Patebon, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya