Fun Learning Tingkatkan Belajar Sistem Audio Siswa SMK

Oleh: Didik Fatoni, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 mengakibatkan terjadinya perubahan kebijakan dunia pendidikan di tanah air kita. Pemerintah memberlakukan kebijakan belajar di rumah dengan sistem daring. Keluhan dari orang tua dan siswa selama pelaksanaan pembelajaran daring berupa penugasan yang berat, metode pembelajaran yang kaku, dan menghabiskan banyak kuota internet.

Keluhan banyaknya kuota internet yang dipakai sudah diatasi oleh pemerintah dengan kebijakan pemberian bantuan kuota bagi yang kurang mampu. Sedangkan keluhan dalam hal teknis pelaksanaan pembelajaran daring hanya dapat dilakukan oleh masing-masing guru. Jika metode pembelajaran daring masih dilaksanakan dengan cara yang sama, maka keluhan-keluhan tersebut akan terus muncul. Akibatnya, siswa belajar dengan penuh tekanan dan hasil belajar tidak maksimal.

Kegembiraan merupakan salah satu hal penting dalam pendidikan. Faktor kegembiraan menjadi alat bagi guru untuk meningkatkan pencapaian belajar. Konsep belajar sambil bermain yang melahirkan kegembiraan telah dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara. Beliau menganjurkan agar mengajarkan apapun kepada anak didik dengan cara bermain agar tercipta suasana gembira. Berpijak dari hal tersebut maka persoalan pembelajaran yang menyenangkan itu sangat dibutuhkan dalam proses belajar. Guru harus mempunyai kemampuan menerapkan metode yang baik dan dapat memilih jenis metode yang cocok untuk materi yang disajikan.

Pada mata pelajaran pemeliharaan kelistrikan kendaraan ringan (PKKR) kelas XII SMK Negeri 3 Kendal, salah satu kompetensi dasar yang ada yaitu menerapkan cara perawatan sistem audio secara berkala. Agar KD tersebut tersampaikan, guru perlu menggunakan metode fun learning sebagai salah satu alternatif pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Pembelajaran dengan metode fun learning merupakan salah satu inovasi guru untuk membelajarkan siswa.

Baca juga:   Peningkatan Pembelajaran dengan Pembelajaran Berbasis Masalah pada Senam Lantai

Fun learning adalah cara belajar mengasyikkan dan menyenangkan yang berpusat pada kondisi psikologis siswa dan atmosfir lingkungan dalam melakukan proses belajar mengajar. Metode ini merupakan cara untuk menciptakan rasa cinta dan keinginan untuk belajar (Indrahayu Sri: 2010).

Dalam menyampaikan KD ini, penulis memberikan materi pembelajaran yang meliputi konsep sistem audio, nama komponen dan fungsi, cara kerja dan perawatan sistem audio. Siswa tentunya sangat sulit memahami materi ini tanpa adanya objek visual. Berbagai cara perlu dilakukan agar siswa memahami kompetensi ini, meskipun melalui daring.

Pertama, pembelajaran dilakukan melaui modul. Melalui grup WA atau google classroom, siswa diminta membaca modul untuk memahami konsep atau teori awal. Di dalam modul tersebut bisa dicantumkan gambar audio beserta penjelasan komponen dan fungsinya. Setelah membaca modul, penulis memberikan penugasan dan pertanyaan-pertanyaan untuk memastikan siswa menguasai konsep dasar yang telah dibacanya.

Kedua, melalui video pembelajaran. Penulis membuat rekaman video saat dia menjelaskan materi tersebut. Dengan media video, gambar audio yang ada di modul siswa, bisa terlihat lebih konkret. Penulis dapat menunjukkan komponen serta menjelaskan cara kerja dan perawatan sistem audio dengan lebih terinci.

Ketiga, pelajaran melalui vicon. Pada pembelajaran ini, penulis dapat berkomunikasi dua arah dengan para siswa. Cara ini cukup efektif dibandingkan dengan dua cara sebelumnya karena materi bisa tersampaikan dengan lebih mendalam. Penulis bisa menyampaikan contoh-contoh realitas dunia nyata yang berhubungan dengan materi tersebut. Selain itu, antara penulis dan siswa bisa terjalin diskusi atau tanya jawab untuk membahas materi-matari yang belum bisa dipahami saat membaca modul maupun menyimak video.

Baca juga:   Serunya Debat Pro Kontra Pengaruh Iptek dalam PPKn

Keempat, metode luring. Penulis berkeliling dengan mengumpulkan beberapa siswa dalam satu desa di salah satu rumah siswa dengan membawa peralatan sistem audio. Metode ini mungkin saja berisiko tertular covid, tetapi bisa diminimalkan dengan mengikuti persyaratan luring yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Luring tidak perlu banyak orang, dan tidak perlu dilaksanakan terlalu lama.

Dengan tiga langkah pembelajaran sebelumnya yaitu, modul, video, dan vicon, konsep tentang audio ini sudah bisa tersampaikan dengan cukup baik. Luring dibutuhkan untuk sedikit menunjukkan pada siswa wujud riil komponen-komponen audio dan sedikit praktik cara kerja dan perawatan audio.

Kelebihan dari metode luring ini tidak sekadar tersampaikannya materi pengetahuan dan praktik saja, tetapi secara psikologis anak juga menjadi fun, bisa bertemu dengan teman dan guru, bisa lebih akrab dan dapat pula saling memberikan motivasi secara terbuka. Walaupun intensitasnya terbatas di masa pandemi ini.

Keberhasilan dalam proses pembelajaran akan dapat mudah kita raih apabila guru dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan apapun yang guru ajarkan akan mudah diterima oleh siswa. Dengan metode fun learning diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa akan lebih semangat dalam mengikuti pelajaran. (*)

Guru Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK Negeri 3 Kendal

Author

Populer

Lainnya