Belajar Jaringan Komputer melalui Aplikasi Khoot!

Oleh: Heny Susiana, S.Kom

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ADANYA Pandemi Covid-19 di Indonesia berimbas pada semua aspek kehidupan. Termasuk dalam dunia pendidikan. Menurut Surat Edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus memenuhi protokol kesehatan dan disampaikan secara daring (dalam jaringan). Maka proses pembelajaran yang tadinya dilakukan secara tatap muka di sekolah diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ). Setiap institusi dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang efektif. Hal ini juga diterapkan di SMP Negeri 1 Jambu.

Dalam pelaksanaannya, sekolah menerapkan kebijakan pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Google Classroom untuk proses pembelajaran setiap hari yang salah satunya diterapkan di kelas 8 dalam materi jaringan komputer. Dengan aplikasi ini, awalnya siswa bersemangat mengikuti pembelajaran dan selalu tertib mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru secara tepat waktu. Tetapi dengan berjalannya waktu tidak sesuai harapan atau dengan kata lain tidak berjalan dengan lancar. Siswa lambat laun cenderung kurang bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru yang membuat mereka kadang terlambat mengumpulkan tugas sehari-hari. Bahkan ada yang tidak mengerjakan sama sekali. Hal ini menjadikan para guru dituntut untuk berinovasi agar dapat menumbuhkan kembali semangat belajar siswa. Salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan model pembelajaran make a match.

Baca juga:   Google Form Solusi BDR di Masa Pandemi Covid-19

Model pembelajaran make a match adalah opsi dari aktivitas belajar yang bisa dilaksanakan siswa dalam meraih pengetahuan yang disampaikan oleh guru. Gaya pembelajaran make a match diciptakan oleh Lorna Curran pada tahun 1994. Langkah yang dilakukan dalam pelaksaan model pembelajaran ini adalah siswa diminta untuk menemukan kartu yang memiliki pasangan sesuai antara soal dan jawaban. Dalam menemukan pasangan yang tepat, guru menentukan dan memberikan batasan waktu kepada siswa. Siswa yang dapat memasangkan kartu soal dan kartu jawaban dengan tepat akan diberi nilai.

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan dalam hal ini adalah aplikasi Khoot!. Aplikasi Khoot! adalah platform pembelajaran berbasis game. Hal ini memungkinkan pengajar membuat soal pilihan ganda yang lebih menarik. Sehingga diharapkan siswa mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu sesuai yang sudah ditentukan. Kahoot! tidak hanya dapat diakses melalui aplikasi saja tetapi juga bisa diakses melalui browser. Hal ini dapat menumbuhkan semangat siswa dalam mengerjakan tugas.

Setelah diterapkan pada siswa kelas 8 semester 1, hasil menunjukkan bahwa aplikasi Khoot! ini efektif dalam meningkakan semangat belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan skor siswa yang sebelumnya menurun bahkan tidak tuntas atau tidak sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) menjadi tuntas dan melebihi KKM. Hal ini mempengaruhi prestasi siswa dalam pembelajaran daring. (bw1/zal)

Baca juga:   Belajar Dasar Jaringan Komputer dengan Snowball Throwing

Guru SMP Negeri 1 Jambu

Author

Populer

Lainnya