Belajar IPS Mudah, Asik dan Kreatif melalui Brosing di Internet

Oleh: Moh sa’dun, S. Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN Mata Pelajaran IPS Terpadu khususnya yang berhubungan dengan Kompetensi sejarah dan geografi, kurang diminati peserta didik karena katanya membosankan, tidak menarik, isinya banyak cerita masa lampau, bikin ngantuk, mapel tidak penting lah, karena tidak diperhitungkan dalam seleksi masuk ke sekolah yang lebih tinggi, gurunya hanya ceramah, mencatat, dan mencatat. Akibat dari kurangnya perhatian terhadap proses pembelajaran IPS, maka prestasi hasil belajar peserta didik relatif masih tergolong rendah (kurang sesuai harapan).

Untuk menjawab tantangan zaman dan menghilangkan pola pikir dari peserta didik yang kurang senang terhadap pelajaran IPS Terpadu tersebut, Guru harus mampu menumbuhkan semangat serta gairah belajar para peserta didiknya. Untuk meningkatkan hasil prestasi belajar peserta didik pada kelas VII SMP Negeri 3 Kaliwngu Kabupaten Kendal, guru memilih metode “browsing di internet” melalui situs manusia pra aksara di Indonesia. Metode ini diharapkan dapat membantu para peserta didik dalam Belajar IPS yang lebih mudah dan lebih asyik.

Metode ini sangat mudah dan sangat asyik dilaksanakan oleh semua peserta didik. Menurut (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2008) mudah artinya tidak banyak tenaga atau pikiran dalam mengerjakan; tidak sukar; tidak berat; gampang. karena model pembelajaran ini bisa dilaksanakan dengan Handphone dari rumah, kapan saja dan dimana saja. Tidak ribet, tidak perlu lelah mencatat, poin-poin yang penting tinggal dicopy paste saja, dan disimpan, sangat praktis kan.

Baca juga:   Memahami Macam-Macam Perkembangbiakan Hewan dan Tumbuhan dengan Metode Gallery Walk

Adapun pemberian tugas untuk melakukan browsing di internet adalah salah satu cara yang dapat dipelajari peserta didik untuk mengetahui informasi yang lebih banyak tentang materi Kehidupan manusia pada masa pra aksara di Indonesia dengan lebih mudah dan lebih asik tanpa membosankan. Caranya sebagai berikut, Karena jumlah siswa tiap kelas VII itu ada 32 siswa, dikelompokkan menjadi 8 kelompok, dan tiap kelomok terdiri dari 4 peserta didik. Setiap kelompok pada pertemuan sebelumnya sudah diberi tugas perlengkapan yang harus dibawa oleh masing masing kelompok, peralatan yang harus di siapkan oleh masing masing kelompok diantaranya : kertas origami, gabus atau karton, gunting, lem, penggaris, spidol warna warni. Gambar atau guntingan foto manusia purba dan peninggalan zaman pra aksara di Indonesia.
Langkah langkahnya yaitu: Kertas origami dipotong sesuai dengan kreasi peserta didik mau dibentuk apa saja boleh. Kemudian masing-masing kelompok memberi garis tengah pada karton untuk dijadikan garis pembatas antara penjelasan tentang manusia purba dan penjelasan benda benda penginggalan bersejarah.
Setelah gambar manusia purba dan gambar benda-benda peninggalan masa praaksara (manusia purba) selesai dipotong atau diguntuing. Selanjutnya potongan gambar tersebut di tempel di karton atau di gabus. Gambar manusia purba di tempel di sebelah kiri sedangkan gambar benda purbakala di temple di sebelah kanan karton.

Baca juga:   Tingkatkan Antusiasme Belajar dengan Role Playing

Kemudian di samping masing-masing gambar tersebut diberi penjelasan tentang ciri-ciri manusia purba dan menjelaskan tentang fungsi dari benda purbakala, setelah selesai kertas origami yang sudah digunting sesuai dengan kreasi masing-masing kelompok, kertas origami itu kemudian di tempel di karton dijadikan sebagai hiasan, tampilan hasil dari tugas kelompok sehingga tampilan masing masing dari tugas kelompok itu jadi bagus dan menarik.
Setelah selesai mengerjakan tugas kelompok, masing masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas, sambil menampilkan yel yel dari masing masing kelompok. Yang menjadi kategori penilaian oleh guru yaitu. Tampilan dari masing masing tugas kelompok, semakin rapih dan kreatif, dalam menghias kertas origami dikarton semakin tinggi nilainya. Kekompakan dalam menampilkan Yel yel dari masing masing kelompok. Kekompakan masing masing kelompok dari awal mengerjakan tugas kelompok sampai persentasi di depan kelas.

Tujuan dari pembelajaran metode ini supaya peserta didik dapat mengenal lebih dekat serta lebih mendalami materi tentang jenis-jenis manusia pra aksara dan mengetahui peninggalan benda-benda bersejaran masa pra aksara. Di akhir pembelajaran, guru memberikan kesimpulan terhadap materi yang baru saja disampaikan. Model pembelajaran “browsing di internet” ini lebih berguna untuk merubah pola pikir peserta didik ternyata belajar IPS lebih mudah dan Asyik apabila mau berkreatif. (bw1/zal)

Guru SMPN 3 Kaliwngu, Kendal

Author

Populer

Lainnya