Asyiknya Belajar Bangun Datar dengan Media Powtoon

Oleh : Nelly Handayani Eka Putri, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang diberikan kepada siswa di sekolah menegah pertama (SMP). Di tingkat tersebut konsep-konsep seperti bilangan dan operasinya, geometri, aritmatika sosial, aljabar dan lain-lain diajarkan. Karakteristik matematika yang abstrak, penuh dengan simbol-simbol yang terkadang sulit dipahami. Permasalahan dalam pembelajaran matematika dapat dipecahkan salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam memanfaatkan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. Guzel dan Gunhan berpendapat bahwa teknologi penting dalam pendidikan matematika yaitu untuk membantu pemahaman konsep. Maka guru harus kreatif membuat media pembelajaran yang efektif sehingga dapat meningkatkan semangat dan motivasi belajar peserta didik.

Proses belajar mengajar memiliki dua unsur penting yaitu metode mengajar dan media pembelajaran.Media pembelajaran harus memenuhi tiga syarat. Pertama, faktor edukatif yang meliputi kesesuaian media pembelajaran dengan tujuan atau kompetensi yang harus dicapai peserta didik. Kedua, faktor teknik pembuatan. Teknik pembuatan harus sesuai dengan konsep ilmu pengetahuan sehingga dapat dikombinasikan dengan media pembelajaran lain. Ketigal faktor keindahan meliputi bentuk, ukuran dan warna harus indah sehingga menarik minat peserta didik untuk menggunakannya.

Baca juga:   Integrasi Pembelajaran Berbasis Masalah dan Kolaborasi pada Sistem Pencernaan

Adapun media yang dipakai oleh penulis adalah Powtoon. Powtoon merupakan nama sebuah aplikasi berbasis IT yang berguna untuk membuat video animasi kartun secara ringkas dan bebas bayar. Media ini diharapkan mampu membuat siswa lebih bisa menerima materi karena materi terlihat lebih menarik. Kelebihan media Powtoon adalah adanya fitur animasi yang beragam serta efek transisi yang lebih menggugah. Selain itu, pengaturan timeline pada aplikasi dapat dianggap lebih mudah dibandingkan aplikasi – aplikasi lain yang sejenis.

Penyampaian materi, terutama yang berhubungan dengan konsep dan gambar visual yang sebelumnya rumit dijelaskan, dapat difasilitasi dengan lebih mudah karena Powtoon mampu mengatasi terbatasnya ruang, waktu, dan daya indra (Lasiki, 2014). Di samping itu, kelebihan Powtoon adalah mampu menjadi media untuk pembelajaran yang tidak terlampau bergantung pada komunikasi verbal. Dengan kata lain, aplikasi ini dapat dijadikan selingan agar pembelajaran tidak terasa membosankan.

Dari penggunaan media powtoon ini penulis melihat hasil yang cukup menggembirakan. Hasil yang didapatkan pada waktu penulis mengadakan tes formatif untuk materi segitiga dan segi empat, 80% dari jumlah siswa telah memiliki pemahaman konsep dengan benar dan kuat. Sehingga ketika penulis memberikan tes formatif, hasilnya 25 siswa dari 32 atau sebesar 78,1% telah mencapai KKM. Begitu pula dengan dengan rata-rata kelasnya telah mencapai 82,45. Hasil ini lebih bagus dibandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan media tersebut. Para siswa juga terlihat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran.

Baca juga:   PJJ yang Menyenangkan: Eksperimen Menemukan Rumus Kerucut

Berdasarkan hal tersebut, dapat penulis simpulkan bahwa penggunaan media Powtoon secara fakta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tidak hanya itu, siswa juga menjadi lebih aktif dan tidak merasa kesulitan dalam memahami konsep-konsep segitiga dan segiempat. Saran penulis bagi para pengajar matematika, untuk terus berinovasi dan berkreasi menciptakan media-media pembelajaran yang mempermudah siswa dalam proses belajar mereka di kelas. (bw1/ton)

Guru Matematika SMP 1 Kedungwuni

Author

Populer

Lainnya