Disiplinkan Salat Wajib bagi Peserta Didik dengan Pembiasaan Terprogram

Oleh : Nur Khasanah S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DALAM Alquran banyak memuat tentang perintah agar kita menegakkan salat. Hal itu disebutkan dengan tegas bahwa jin dan manusia diciptakan, melainkan untuk beribadah kepada Allah SWT. Dari sekian banyak macam ibadah, baik wajib maupun sunah, di antaranya adalah menjalankan perintah salat wajib. Salat adalah rukun Islam kedua setelah sahadat dan ibadah salat ini merupakan amalan prtama yang dihisab di hari kiamat. “Sesungguhnya sesuatu yang paling dulu dihisab pada hamba adalah salatnya, jika salatnya baik maka ia telah menang dan sukses, jika salatnya rusak maka ia telah merugi (HR At-Tirmidzi).”

Sedangkan ahli fiqih memberikan definisi tentang salat adalah “berupa ucapan dan beberapa perbuatan yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam yang dengan kita beribadah kepada Allah menurut syarat-syarat yang telah ditentukan.” Jadi salat adalah kewajiban bagi umat muslim yang harus dilaksanakan karena menjadi salah satu rukunnya Islam. Untuk itu, pemahaman akan kewajiban salat perlu diterapkan pada anak sedini mungkin, baik di lingkungan keluarga maupun formal.

Salah satunya menjadi tugas dan tanggung jawab sekolah sebagaimana yang dilakukan di SD 02 Dadirejo untuk senantiasa membiasakan peserta didik melaksanakan salat wajib/fardhu di rumah bersama keluarga. Salat wajib yang dilaksanakan berjamaah mendapatkan pahala 27 kali lipat dibandingkan salat sendirian. Selain itu, salat berjamaah dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan anggota keluarga dan membentuk akhlak mulia. Mengingat salat lima waktu merupakan kewajiban bagi umat muslim yang sudah baligh dan mempunyai dampak yang baik dalam kehidupan sehari-hari, hal ini menjadikan salat selain wajib juga dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi dilaksanakan berjamaah dalam keluarga.

Baca juga:   Tuntaskan Materi Pemanfaatan Perangkat Lunak Pengolah Angka dengan Jigsaw

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) di SD 02 Dadirejo menekankan pada materi secara konseptual atau pengetahuan yang pembelajarannya melalui daring. Disertai dengan praktik seperti halnya salat wajib yang dilaksanakan di rumah bersama keluarga di masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini.
Menurut Hilary Perraton (1988), pendidikan atau PJJ adalah proses pendidikan atau pembelajaran dimana proporsi pengajaran yang signifikan dilakukan oleh seorang pengajar yang terpisah oleh ruang dan waktu dari pelajar. Kegiatan salat wajib ini dilaksanakan selain untuk menjalankan salat fardhu juga sarana latihan peserta didik untuk lebih disiplin. Ini akan berimbas baik pada kedisiplinan peserta didik dalam kehidupannya kelak, tentunya pelaksanaannya dipandu oleh keluarga dan dipantau oleh guru agama Islam melalui laporan dalam bentuk buku yang sudah disiapkan pihak sekolah. Buku laporan ini ditandatangani oleh orang tua atau wali dalam satu rumah setiap peserta didik usai melaksanakan salat baik fardhu maupun salat sunah.

Kegiatan salat ini yang dibimbing oleh guru agama Islam ini merupakan upaya pembiasaan yang terprogram dengan tujuan melatih peserta didik menjadi manusia yang lebih disiplin, teratur, terarah, khususnya dalam menjalankan ibadah serta mendisiplinkan diri menjadi karakter yang positif bagi peserta didik. Misalnya lingkungan keluarga pada masa kecil dan bawaan dari lahir. Jadi pendidikan karakter merupakan pendekatan langsung untuk pendidikan moral dengan memberikan pelajaran kepada peserta didik tentang pengetahuan moral dasar untuk mencegahnya melakukan perilaku tidak bermoral. (bp2/ida)

Baca juga:   Pandemi dan Pendidikan Karakter Siswa

Guru PAIBP SDN 02 Dadirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya