4T, Membuat Pembelajaran lebih Hidup

Oleh: Suhartini, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19 mengalami perkembangan di bidang teknologi. Dahulu pembelajaran yang dilakukan menggunakan tatap muka, sekarang dengan teknologi pembelajaran dilakukan dengan tatap maya. Dampak pembelajaran tatap maya adalah kurang hidup suasana pembelajaran di kelas maya. Pembelajaran di kelas maya mengedepankan tugas yang harus diselesaikan tepat waktu. Entah bagaimana caranya, yang penting tugas selesai.

Pengalaman belajar siswa menjadi kurang, karena tidak terlibat langsung dalam pengalaman belajarnya. Pembelajaran yang efektif dan bermakna adalah pembelajaran yang berbasis pada siswa (student centered). Untuk mengatasi persoalan belajar tersebut, makan perlu strategi jitu dari guru.

4T (Telaah, Teliti, Tata, dan Tutur) merupakan metode pembelajaran yang memungkinkan pengalaman belajar anak secara langsung. Adapun tahapan 4T yaitu Telaah, artinya guru memberikan suatu pertanyaan yang menimbulkan rasa penasaran siswa. Siswa melakukan telaah dengan membaca materi dari guru, majalah, Koran, bahkan internet.

Langkah kedua, Teliti. Guru mempersiapkan alat dan bahan untuk siswa bisa meakukan penelitian atau eksperimen secara langsung. Jika di masa pandemi, siswa bisa secara mandiri mencari alat dan bahan praktikum.

Baca juga:   Perjuangan Guru di Sekolah Pinggiran

Langkah ketiga yaitu Tata, pada tahapan ini adalah tugas siswa lebih dominan. Tata maksudnya adalah siswa menata hasil temuan dalam eksperimen dan menuangkan dalam diagram, poster, atau tulisan yang menggambarkan hasil eksperimen. Langkah ini guru dan orang tua mendampingi agar siswa dapat menyajikan dengan benar.

Langkah selanjutnya adalah Tutur. Tutur yang dimaksudkan adalah siswa menuturkan atau mempresentasikan hasil langkah sebelumnya kepada guru, orang tua, dan siswa lain dengan percaya diri. Pada tahap ini menggunakan media video, power point, atau media lainnya.

Metode 4T dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pembelajaran dan konsep materi. Guru bertugas sebagai fasilitator, dan kolaborator jika ada pertanyaan atau ide lain yang perlu disampaikan. Dengan metode ini seperti yang diterapkan di SDN 02 Jolotigo, Kabupaten Pekalongan, diharapkan siswa dapat aktif dan memiliki pengalaman bermakna mengenai pembelajaran dari guru. (bp1/zal)

Guru SDN 02 Jolotigo, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya