Memaksimalkan Peran Orang Tua dalam Pembelajaran Berwirausaha

Oleh: Aryun Nailun Nasikhah, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara pendidik dan siswa yang dilakukan melalui online. Pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan ini menjadikan seorang siswa tetap harus membutuhkan pendampingan terhadap guru dan orang lain yang terdekat. Meskipun anak telah dididik pada satuan pendidikan, tetapi orang tua tetap berperan terhadap presentasi belajar anak.

Arifin (1992) menyebutkan terdapat tiga peran orang tua yang berperan dalam prestasi belajar anak, di antaranya sebagai berikut. Pertama, menyediakan kesempatan sebaik-baiknya kepada anak untuk menemukan minat, bakat, serta kecakapan-kecakapan lainnya serta mendorong anak agar meminta bimbingan dan nasihat kepada guru. Kedua, menyediakan informasi-informasi penting dan relevan yang sesuai dengan bakat dan minat anak. Ketiga, menyediakan fasilitas atau sarana serta membantu kesulitan belajarnya.

Berdasarkan uraian tersebut, pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan dengan memaksimalkan peran orang tua dalam pembelajaran tema wirausaha di SDN Tambakaji 03 kelas VI khususnya muatan pembelajaran PPKn pada KD 3.3 tentang menelaah keberagaman sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat dengan. Pada pelaksanaannya orang tua berperan dalam memberikan pengasuh dan pendidik, pembimbingan, motivator, fasilitator, dan mediator. Pertama, peran orang tua dalam pengasuh dan pendidik adalah usaha orang tua dalam melakukan tindakan dan pengalaman anak serta mengarahkan peserta didik dalam mengidentifikasi berbagai macam wirausaha di sekitar tempat tinggal mereka.

Baca juga:   Membangkitkan Wirausaha di Masa Pandemi Covid-19

Selanjutnya peran orang tua yang kedua yaitu bimbingan belajar yang diberikan orang tua secara berkelanjutan secara langsung maupun tidak langsung. Anak dalam pembelajaran dari sekolah hanya memiliki waktu yang tebatas, karena peran guru adalah untuk melakukan kegiatan belajar sehingga anak memiliki kesiapan untuk melakukan aktivitas belajar sebagaimana dikehendaki di sekolahan saja. Maka dari itu waktu anak akan lebih banyak dihabiskan di lingkungan keluarga sehingga sudah semestinya peran orang tua dalam melakukan proses pembimbingan ini bisa dikawal sejak dini, agar bisa tekondisi dengan baik.

Ketiga, peran orang tua memberikan dorongan tentang pentingnya belajar dengan tujuan dapat meningkatkan prestasi, sehingga anak benar-benar merasa penting dan membutuhkan apa yang dianjurkan oleh orang tuanya. Hal ini dilakukan antara lain dengan membimbing anak dengan kasih sayang secara berkelanjutan, serta dengan menciptakan suasana balajar di rumah.

Keempat, peran orang tua sebagai fasilitator dalam menunjang program belajar anak berupa menyiapkan berbagai fasilitas pembelajaran seperti menyediakan buku tambahan yang dibutuhkan dalam mengembangakan kompetensi anak dan fasilitas lainnya seperti alat-alat tulis.

Baca juga:   Teknik Mnemonik Memudahkan Belajar Struktur Teks Bahasa Indonesia

Kelima, peran orang tua dalam menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning), seperti kedisiplinan anak, lingkungan belajar, interaksi anak dengan sesamanya, prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajajaran.

Orang tua merupakan orang yang selalu membimbing dalam segala aktivitas anak-anaknya dan aktivitas tersebut yang tidak kalah penting adalah belajar. Peran orang tua dalam hal pendidikan anak sudah seharusnya berada pada urutan pertama, orang tualah yang paling mengerti betapa pentingnya pendampingan serta perhatian dalam setiap pembelajaran anak. Sehingga anak berada dalam lingkungan yang nyaman untuk belajar selama di rumah. (ips2.2/ton)

Guru Kelas SDN Tambakaji 03 Kota Semarang

Author

Populer

Lainnya