Belajar IPA Menyenangkan dengan Model TGT

Oleh: Toto Hari Wardoyo, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Anak -anak kita adalah tumpuan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai. Masa depan mereka kelak tentu tidak lepas dari apapun yang terjadi dan yang kita berikan di masa sekarang. Baik hal pertumbuhan fisik dan mentalnya. Tanggung jawab itu tidak lepas dari peranan guru maupun orang tua. Keduannya harus saling bekerja sama saling mengisi satu sama lainnya. Guru dijadikan ujung tombak dalam dunia pendidikan dan kesehatan anak, diharapkan bisa berperan lebih dominan seperti contoh dalam hal menemukan inovasi – inovasi baru cara pembelajaran.

Seperti pada mata pelajaran IPA menuntut banyaknya varian dalam penyampaiannya. Ada model pembelajaran yang bisa dijadikan alternatif utama dalam rangka mempersatukan kebersamaan tanpa memandang golongan sosial seperti yang sedang diterapkan pada siswa kelas V SD Negeri 04 Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, yaitu model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya, dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, persaingan sehat, dan keterlibatan belajar.

Baca juga:   Pandai Berbicara Makanan Tradisional Jawa dengan Menjadi Youtuber

TGT pada mulanya dikembangkan oleh Davied Devries dan Keith Edward. Ini merupakan metode pembelajaran pertama dari Johns Hopkins. Dalam model ini kelas terbagi dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan tiga sampai dengan lima siswa yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya. Pembelajaran dalam TGT menggunakan turnamen permainan akademik. Dalam turnamen itu, siswa bertanding mewakili timnya dengan anggota tim lain yang setara dalam kinerja akademik mereka yang lalu.

Nur dan Wikandari (2000) menjelaskan, teams games tournament TGT telah digunakan dalam berbagai macam mata pelajaran, dan paling cocok digunakan untuk mengajar tujuan pembelajaran yang dirumuskan dengan tajam dengan satu jawaban benar, seperti perhitungan dan penerapan berciri matematika, dan fakta-fakta serta konsep IPA. Dalam pengimplementasian beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu.1. Pembelajaran terpusat pada siswa. 2. Proses pembelajaran dengan suasana berkompetisi. 3. Pembelajaran bersifat aktif (siswa berlomba untuk dapat menyelesaikan persoalan). 4. Pembelajaran diterapkan dengan mengelompokkan siswa menjadi tim-tim. 5. Dalam kompetisi diterapkan sistem poin. 6. Dalam kompetisi disesuaikan dengan kemampuan siswa atau dikenal kesetaraan dalam kinerja akademik. 7. Kemajuan kelompok dapak diikuti oleh seluruh kelas melalui jurnal kelas yang diterbitkan secara mingguan. 8. Dalam pemberian bimbingan guru mengacu pada jurnal. 9. Adanya sistem penghargaan bagi siswa yang memperoleh poin banyak.

Baca juga:   Semangat Belajar Matematika dengan Tutor Sebaya

Sementara peranan guru yaitu; (a) Pembentukan kelompok. (b) Perencanaan tugas kelompok. (c) Pelaksanaan, dan (d) Evalusi hasil belajar kelompok. Komponen dalam pelaksanaan TGT ada lima komponen utama, yaitu: 1. Penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. 2. Kelompok, fungsinyauntuk lebih mendalami materi dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. 3. Game, terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok, terdiri atas pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor, 4. Turnamen menggunakan nomor undian.

Model TGT diharapkan mampu mengakomodasi semua kepentingan siswa dan guru dalam mencapai indikator pembelajaran yang telah direncanakan dari awal, sehingga ada peningkatan prestasi yang signifikan, khususnya pada mata pelajaran IPA pada siswa – siswi SD Negeri 04 Gombong keseluruhan. (pai2/aro)

Guru SD Negeri 04 Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya